Hubungi Kami

MTCC Unimma Magelang : Jawab Tantangan Pandemic , HTTS 2021 Commit to Quite

(876Unimmafm) Magelang – Seperti tahun-tahun sebelumnya, tanggal 31 Mei setiap tahun diperingati sebagai World No Tobacco Day atau Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) , merupakan satu dari delapan hari kesehatan masyarakat global yang diinisiasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Adapun tujuan global HTTS tahun 2021 ini adalah Commit to Quit, meraih komitmen 100 juta perokok berhenti merokok untuk menjawab tantangan pandemic Covid 19.

MTCC UNIMMA sebagai bagian gerakan tobacco center menyatakan dukungan penuh untuk mewujudkan tujuan nasional HTTS tahun ini, yaitu “meraih komitmen 5 juta perokok untuk berhenti merokok dan mengajak seluruh komponen masyarakat mendukung komitmen berhenti merokok”. Hal tersebut disampaikan Retno Rusjiiati M.Kes

Kampanye ini bertujuan untuk menggerakkan seluruh masyarakat di Indonesia terutama yang perokok untuk berani berhenti merokok apapun jenisnya.

Dalam peringatan HTTS ini, Mtcc Unimma mempunyai berbagai agenda kegiatan , Talkshow , pembuatan video motivasi dan membagikan masker serta handsanitizer ke sejumlah titik traffic light di kabupaten dan kota Magelang seperti  traffic light/ lampu lalu lintas Menowo Kota Magelang, traffic light/ lampu lalu lintas Pecinan Kota Magelang, traffic light/ lampu lalu lintas Cangok Kota Magelang, traffic light/ lampu lalu lintas Pakelan Kab. Magelang
dan  traffic light/ lampu lalu lintas ARTOS Kab. Magelang dan beberapa titik  lainnya.

Masih menurt Retno Rusjiiati, tantangan besar pandemi Covid 19 adalah upaya peningkatan derajat masyarakat dan dampaknya pada sistem kesehatan.

Sejak Covid 19 ditetapkan Pemerintah sebagai bencana non alam pada Maret 2020, sampai minggu ketiga Mei 2021 ini di Indonesia terlapor kasus konfirmasi Covid 19 sebanyak 1.775.200 kasus, dan sejumlah 49.328 kasus meninggal dunia.

Apa keterkaitan commit to quit dengan Covid 19?
Perokok lebih rentan terinfeksi Covid 19, perokok beresiko 2-3 kali lipat lebih tinggi dirawat di ICU, membutuhkan ventilasi dan bahkan meninggal akibat Covid 19.

Tembakau juga merupakan faktor resiko utama penyakit tidak menular (penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan dan diabetes). Orang yang hidup dengan kondisi ini lebih rentan terhadap Covid 19 yang parah. Perlu diketahui juga, tembakau menjadi penyebab utama kematian kedua di dunia (hipertensi) dan saat ini membunuh 1 dari 10 orang dewasa di seluruh dunia.

Selain itu, Indonesia memiliki jumlah perokok laki-laki tertinggi di dunia, dan jumlah perokok terbesar ketiga di dunia setelah India dan Cina.

Oleh karena itu, perlu kewaspadaan ekstra bagi perokok agar berhenti merokok, dan perlu tindakan pencegahan bagi perokok pemula. “Commit to quit” akan membantu menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif untuk berhenti merokok dengan mengadvokasi kebijakan pengendalian tembakau yang kuat, peningkatan kesadaran akan taktik industri tembakau, meningkatkan akses ke layanan berhenti merokok, dan memberdayakan perokok agar berhasil dalam upaya berhenti merokok.

HTTS tahun 2021 ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran tentang efek bahaya konsumsi rokok dan paparan asap rokok, serta mencegah penggunaan rokok dalam bentuk apapun (cq e-cigarret, vape).

Selanjutnya, MTCC UNIMMA menyatakan bahwa perlu sikap tegas Pemerintah Indonesia pada industri rokok.

Merokok dalam bentuk apapun mengancam kesehatan dan keselamatan anak-anak, teman, diri sendiri dan keluarga.

Fakta menunjukkan bahwa industri rokok leluasa merayu generasi muda melalui iklan dan sponsor. Penurunan angka prevalensi
rokok anak saat ini hanya bisa diatasi jika akses anak-anak terhadap rokok dijauhkan. Fakta ironis di Indonesia, generasi muda negara ini terpapar iklan rokok di toko, papan iklan, dan internet, serta melalui sponsor untuk konser musik, liga olahraga, dan acara, tambah Ketua MTCC Unimma.

MTCC UNIMMA menyatakan bahwa upaya menekan jumlah perokok anak (generasi muda) harus menjadi agenda bersama, baik pemerintah dan masyarakat secara komprehensif.

Karena itu, semua program kerja kementerian harusnya sinkron dengan upaya penurunan jumlah perokok anak. Jadi, bukan hanya melakukan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat saja, namun juga diperlukan peraturan yang kuat
dan penegakan hukum yang tegas, tambah Retno.

Komitmen lain dari MTCC UNIMMA adalah terus mendorong kepala daerah untuk menetapkan dan menegakkan regulasi Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR). Apalagi di masa pandemi Covid 19 ini, Perda menjadi kampanye kepada masyarakat , akan bahaya asap rokok dan akibat buruknya penurunan antisipasi ketahanan tubuh terhadap antisipasi virus.

Rinta

Leave a Reply

  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2025 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved