Film Tadaima, Ojamasaremasu! hadir bukan sekadar sebagai karya sinematik yang mengeksploitasi air mata, melainkan sebagai sebuah studi mendalam tentang psikologi kepulangan yang sering kali diromantisasi oleh masyarakat modern. Judulnya sendiri merupakan sebuah oksimoron yang menyakitkan, menggabungkan sapaan hangat “Aku pulang” (Tadaima) dengan ungkapan formal permohonan maaf karena telah mengganggu (Ojamasaremasu). Gabungan kata ini segera membangun […]