Tidak ada waralaba anime lain seperti Vinland Saga. Sementara seri ini mengubah peristiwa nyata dari masa lalu yang melibatkan para Viking dan konflik yang membentuk masa depan dunia, Vinland Saga juga menggali perasaan para karakternya dengan cara yang membuat waralaba ini menjadi mesin emosional yang luar biasa. Dengan seri yang bersiap untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Thorfinn dan mereka yang beruntung masih selamat sejauh ini, pencipta Vinland Saga, Makoto Yukimura, telah memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali lebih dalam cerita-ceritanya. Dalam wawancara baru-baru ini, Yukimura menjelaskan bagaimana peran perempuan dalam cerita ini sangat penting, serta bagaimana Vinland Saga telah berkembang seiring berjalannya waktu.
Perjalanan Thorfinn dan Perubahan Vinland Saga
Bagi mereka yang mungkin belum menyelami Vinland Saga, musim pertama anime ini berfokus pada balas dendam dan pertarungan berdarah yang membentuk karakter utama, Thorfinn. Untuk membalaskan dendam kematian ayahnya, Thorfinn bergabung dengan kelompok Viking yang dipimpin oleh pembunuh ayahnya, Askeladd. Ketika Askeladd akhirnya mati, Thorfinn berjuang dengan apa yang harus dilakukan selanjutnya dalam hidupnya setelah balas dendamnya gagal terwujud. Vinland Saga kemudian mengambil pendekatan yang radikal berbeda. Alih-alih terus fokus pada pertarungan keras, banyak dari musim kedua Vinland Saga mencerminkan perjalanan Thorfinn yang berusaha menemukan jalan hidup yang bebas dari kekerasan di dunia yang memuliakan kekerasan.
Perempuan dalam Vinland Saga
Salah satu karakter perempuan terbesar dalam Vinland Saga adalah Arnheid, seorang budak yang diperkenalkan di musim kedua anime, yang telah kehilangan anaknya akibat perang dan melihat suaminya juga dijadikan budak. Dalam wawancara terbaru, Yukimura membahas karakter ini dan bagaimana kehadirannya sangat penting dalam keseluruhan cerita. “Alasan saya menciptakan karakter Arnheid adalah karena saya ingin menunjukkan arah yang diambil oleh Thorfinn dan Einar dalam perjalanan mereka untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Tapi apa sebenarnya dunia baru ini? Dan untuk siapa itu? Saya ingin sespesifik mungkin tentang hal ini, dan untuk menggambarkan keinginan akan perdamaian, tempat yang bebas dari perang, di mana seseorang yang malang seperti Arnheid bisa hidup dengan aman. Itulah dunia yang saya ingin para karakter utama kita bangun dalam cerita masa depan,” jelas Yukimura.
Yukimura melanjutkan, mengungkapkan bahwa ia sering merasa kesulitan dalam menggambarkan psikologi Arnheid, namun ia merasa karakter ini harus memiliki peran besar dalam cerita. “Jika kalian membaca cerita dan merasa bahwa gambaran psikologis Arnheid terasa realistis dalam beberapa cara, maka saya merasa tujuan saya tercapai. Saya memang kesulitan untuk masuk ke dalam psikologi Arnheid, karena saya bukan perempuan, saya belum pernah berperang, dan saya bukan budak. Jadi saya benar-benar menggunakan setiap inci imajinasi saya untuk mencoba membayangkan: seperti apa kehidupan seseorang seperti itu? Ketika ada perang, tentu semua orang menderita, tapi saya rasa orang yang paling menderita seringkali adalah perempuan dan anak-anak. Saya merasa bahwa saya harus menulisnya. Itu adalah misi saya untuk menggambarkan karakter ini agar kehidupan Thorfinn nanti dalam cerita menjadi berlawanan dengan perang, dan merindukan kebebasan. Dia adalah karakter yang sangat penting untuk motivasi Thorfinn.”
Vinland Saga: Masa Lalu dan Sekarang
Belakangan ini, Yukimura mengonfirmasi bahwa manga kesayangannya hanya menyisakan “beberapa bab lagi” sebelum mencapai akhir. Meskipun tanggal akhir yang pasti belum diumumkan, Yukimura berbicara dalam wawancara mengenai bagaimana seri ini telah berubah dari tempatnya dimulai hingga kondisi saat ini.
“Saya mulai menulis cerita ini hampir 20 tahun yang lalu. Pada saat itu, dunia adalah tempat yang jauh lebih damai dibandingkan sekarang. Waktu itu, seseorang pernah mengatakan kepada saya bahwa kita seharusnya memikirkan perang ketika tidak ada perang. Dan ini adalah sesuatu yang selalu saya pegang dalam hati, dan saya lakukan sejak saat itu. Jadi, saya berpikir tentang perang ketika tidak ada perang selama hampir 20 tahun, dan sekarang waktu telah mengejar dengan cara yang dunia, sayangnya, menjadi tempat yang lebih menyedihkan dari yang pernah saya bayangkan. Jadi, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membaca karya saya: apa yang selalu ingin saya tulis adalah pesan tentang perdamaian dan kasih sayang,” jelas Yukimura.
Masa Depan Vinland Saga dan Kemungkinan Musim Ketiga
Dengan mendekati akhir manga, penggemar anime kini menunggu apakah Vinland Saga akan kembali untuk musim ketiga. Setelah akhir musim kedua, Studio MAPPA belum mengonfirmasi apakah Thorfinn akan kembali, meskipun masih ada banyak cerita yang dapat membantu memberi penonton setidaknya satu musim lagi. Penggemar berharap agar lanskap brutal ini kembali hadir di layar kecil dalam waktu dekat.
Menggali Pesan Perdamaian dalam Vinland Saga
Vinland Saga adalah sebuah karya yang menggambarkan dunia penuh kekerasan dan perang, namun dengan pesan yang mendalam tentang perdamaian dan kasih sayang. Peran perempuan dalam cerita ini, khususnya karakter Arnheid, menunjukkan sisi manusiawi yang penting dalam kisah tersebut, memberikan dimensi emosional yang kuat terhadap perjalanan Thorfinn. Seiring berjalannya waktu, seri ini telah berubah untuk lebih menyoroti tema-tema kemanusiaan yang lebih universal, dan menjadikannya sangat relevan dengan dunia kita saat ini. Seiring dengan mendekatnya akhir cerita, penggemar Vinland Saga semakin menantikan bagaimana kisah ini akan berakhir dan bagaimana Thorfinn akhirnya akan menghadapinya, sementara pesan perdamaian dan kasih sayang tetap menjadi inti dari perjalanan besar ini.
