Hubungi Kami

Pertamina Launching PLTS di Balkondes Karangrejo

(87Unimmafm) Magelang- G20 merupakan  forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara dan satu kawasan ekonomi, Uni Eropa. Dikutip dari laman Bank Indonesia, G20 merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.

Di tengah rangkaian kegiatan EDM-CSWG G20 pada site visit delegasi di Balkondes CSR Pertamina Karangrejo Magelang (24/3), Chief Executive Officer (CEO) Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) Dannif Danusaputro menjelaskan Pertamina saat ini telah menugaskan Subholding PNRE mengimplementasikan agenda strategis Pertamina untuk mencapai target bauran energi dengan mencapai 31 persen EBT pada tahun 2030.

Rombongan delegasi G20 mengunjungi Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi listrik. Untuk menyaksikan peresmian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mereka juga mengunjungi Candi Borobudur.

Peresmian PLTS dilakukan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sigit Reliantoro dan Chief Executive Officier (CEO) Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE) Dannif Danusaputro.

Langkah-langkah tersebut semakin kuat dengan hadirnya dukungan global yang disuarakan dalam Task Force Energy, Sustainable & Climate B20 dalam serangkaian pertemuan dan aksinya untuk menyuarakan aspirasi berbagai segmen termasuk pelaku industri.

“Hal ini salah satu contoh dari program pembinaan community development dari BUMN. Ini sebetulnya adalah konsep yang di persidangan G20 dibicarakan selalu yaitu nature base solution dan ecosystem approach. Artinya sambil memulihkan lingkungan, menyelesaikan masalah sosial juga menciptakan penghidupan,” kata Sigit Reliantoro, Kamis (24/3/2022)

Ia menuturkan sumber energi yang ada di Balkondes Karangrejo memanfaatkan energi setempat. Hal ini sebagaimana yang diperintahkan Presiden Jokowi.

Sigit menuturkan konsep paling baik itu sumber energi dari lokal, bahan baku juga dari lokal karena kalau dari luar banyak energi yang digunakan. “Dengan menggunakan tenaga surya berarti memanfaatkan energi yang ada di sini sebagai sumber energinya,” katanya.CEO PNRE Dannif Danusaputro mengatakan Pertamina di Balkondes Karangrejo mengadakan program desa energi berdikari bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Ia menyampaikan ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sumber energi bisa berasal dari tenaga surya. “Ini mudah dipasang dan terjangkau, yang penting adalah bisa diandalkan. Aset ini bisa bertahan sekitar 20 tahun. Jadi ini memang energi murah, bersih dan bisa diandalkan hanya memang menghasilkan energi kalau ada matahari,” katanya.

“Hal ini salah satu contoh dari program pembinaan community development dari BUMN. Ini sebetulnya adalah konsep yang di persidangan G20 dibicarakan selalu yaitu nature base solution dan ecosystem approach. Artinya sambil memulihkan lingkungan, menyelesaikan masalah sosial juga menciptakan penghidupan,” kata Sigit Reliantoro, Kamis (24/3/2022).
katanya.CEO PNRE Dannif Danusaputro mengatakan Pertamina di Balkondes Karangrejo mengadakan program desa energi berdikari bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Ia menyampaikan ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sumber energi bisa berasal dari tenaga surya. “Ini mudah dipasang dan terjangkau, yang penting adalah bisa diandalkan. Aset ini bisa bertahan sekitar 20 tahun. Jadi ini memang energi murah, bersih dan bisa diandalkan hanya memang menghasilkan energi kalau ada matahari,” katanya.
“Pertamina bertekad untuk mempercepat seluruh program green energy transition, khususnya 8 insiatif yang sudah dijalankan dari hulu hingga hilir,” ujar Dannif

Menurut Dannif, inisiatif strategis yang terus dilakukan Pertamina, seperti merealisasikan target pengembangan energi bersih sebesar 10 gigawatt (GW) hingga 2026. Selain itu mengembangkan proyek carbon capture utilization and storage (CCUS) seperti di Lapangan Sukowati dan Gundih; melanjutkan mekanisme pembangunan energi bersih di operasi panas bumi; mengembangkan konsep green energy station/GES, yaitu SPBU dengan konsep hijau, menggunakan PLTS sebagai sumber energi listrik, masa depan, digital, dan bahan bakar lebih ramah lingkungan; serta memasang panel surya dengan kapasitas total 500 MW hingga 2030 untuk penggunaan daya internal di seluruh wilayah operasi Pertamina Group.

Pertamina, lanjutnya terus memastikan akan menjadi terdepan dalam mendukung kebijakan Pemerintah yang menargetkan penurunan emisi sebesar 29% pada tahun 2030. Di sektor energi, pemerintah menargetkan mengurangi emisi sebanyak 314 juta ton setara CO2 (tCO2e) pada tahun 2030. Untuk dapat memberikan hasil yang signifikan dalam memitigasi perubahan iklim, maka dengan pola bisnis seperti saat ini, sektor Migas secara global harus mengurangi emisi setidaknya 3,5 gigaton setara karbon dioksida (GtCO2e) per tahun pada tahun 2050.

“Langkah ini sejalan dengan tema presidensi tahun ini yakni recover together recover stronger dengan isu prioritas utama yang memerlukan tindakan kolektif secara global, yakni mengenai arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, serta transformasi digital dan ekonomi,” pungkas Dannif.

Rinta

Leave a Reply

  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2025 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved