Pada tahun 2018, Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) berhasil mencuri perhatian dunia dengan menjadi fenomena global, mengalahkan banyak game besar lainnya di berbagai platform. Game bergenre battle royale ini berhasil dinobatkan sebagai Game of the Year oleh Steam, platform distribusi game digital terbesar di dunia. Popularitas PUBG tak hanya terlihat di dunia maya, tetapi juga merambah kehidupan nyata di kantor-kantor, mal, hingga pangkalan ojek. Para pemain terlihat asyik berkompetisi satu sama lain, menciptakan ikatan sosial yang kuat, bahkan di antara rekan kerja.
Game ini berhasil menciptakan sebuah tren baru dalam dunia permainan digital, menjembatani komunikasi antar-individu yang sebelumnya terhalang oleh rutinitas pekerjaan. PUBG dianggap sebagai alat yang lebih efektif daripada acara team building yang biasanya digunakan oleh perusahaan untuk mempererat hubungan antar karyawan. Sebuah studi dari Brigham Young University mengungkapkan bahwa bermain PUBG dapat meningkatkan produktivitas kerja dalam tim, karena game ini mendorong terciptanya suasana yang lebih komunikatif dan menyenangkan.
Tak hanya mendapatkan penghargaan dari Steam, PUBG juga berhasil meraih tiga penghargaan dari Google Play pada akhir 2018, antara lain “Best Game”, “Most Competitive Title”, dan “Fan Favourite”. Angka pencapaian yang luar biasa juga tercatat dalam jumlah pemain PUBG mobile yang telah menembus 200 juta orang dengan 30 juta pemain aktif setiap harinya. Jika ditambah dengan pemain dari platform lain seperti Xbox, PC, dan PS4, PUBG mencapai total 400 juta pemain di seluruh dunia pada pertengahan tahun 2018.
Namun, seiring dengan segala pencapaiannya, PUBG tentu menghadapi tantangan besar, yakni menjaga popularitasnya di tengah kompetisi game yang terus berkembang. Meskipun saat ini masih terlalu dini untuk menyatakan adanya kejenuhan terhadap game ini, setiap game yang mencapai puncak popularitas pasti akan mengalami masa transisi seiring waktu.
Selain PUBG, Steam Awards juga memberikan penghargaan kepada sejumlah game dan pengembang lainnya pada 2018, seperti The Elder Scrolls V: Skyrim VR yang meraih penghargaan sebagai VR Game of the Year, Grand Theft Auto V untuk kategori Labor of Love, dan The Witcher 3: Wild Hunt yang diakui karena Best Environment-nya. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa PUBG tetap mencuri perhatian sebagai Game of the Year yang merajai tahun 2018.
Dengan pencapaian ini, PUBG tidak hanya menciptakan sejarah dalam dunia game tetapi juga membawa dampak besar dalam cara orang berinteraksi, berkomunikasi, dan bahkan bekerja bersama melalui dunia maya.
