Salah satu fitur paling menonjol yang ada pada Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, adalah teknologi smart home atau rumah pintar. Teknologi ini dirancang untuk mendukung kemudahan, efisiensi, dan kenyamanan bagi penghuni rumah dengan mengintegrasikan berbagai sistem dalam rumah menggunakan aplikasi berbasis smartphone.
Deputy Project Manager PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Totok Indarto, menjelaskan bahwa smart home pada RTJM memungkinkan penghuninya untuk mengontrol berbagai fungsi rumah dengan mudah melalui aplikasi di gawai pintar. Fitur-fitur ini meliputi pengaturan lampu, gorden, suhu udara, serta pengoperasian perangkat elektronik seperti televisi, dan sistem penguncian pintu (door lock) hanya dengan satu sentuhan. “Fitur ini dibuat agar memudahkan aktivitas rumah tangga dengan lebih efisien dan mudah,” ujar Totok.
Selain itu, teknologi RTJM dilengkapi dengan sistem keamanan yang terintegrasi. Setiap ruangan memiliki panic button yang terkoneksi langsung ke command center, yang bertujuan untuk menjaga keselamatan penghuni. Fasilitas ini menunjukkan bagaimana pembangunan di IKN mengedepankan kenyamanan, keamanan, dan kemajuan teknologi.
Pembangunan RTJM telah mencapai progres 85 persen, dengan harapan seluruh 36 unit rumah dapat selesai pada Juni 2024 dan siap dihuni oleh para menteri. RTJM dirancang dengan dua langgam arsitektur yang unik, yaitu modern kontemporer dan modern klasik. Proses pembangunan ini mengedepankan efisiensi dan kualitas, dengan struktur yang dibangun paralel dengan pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).
Setiap unit RTJM memiliki luas bangunan 736 meter persegi, yang terdiri dari 8 kamar tidur, 5 kamar mandi, ruang pertemuan, ruang kerja, ruang keluarga, dapur, garasi, serta ruang panel utilitas. Tidak hanya itu, desain rumah ini juga merespons kondisi topografi yang berbukit, dengan dua tipe rumah yang disesuaikan dengan kontur lahan, yaitu tipe upslope dan downslope.
Fokus pada Energi Bersih dan Keberlanjutan
IKN tidak hanya mengusung teknologi smart home tetapi juga berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kementerian PUPR telah memasang panel surya di setiap unit RTJM untuk memaksimalkan penggunaan energi listrik yang ramah lingkungan. Panel surya ini menghasilkan energi listrik sekitar 6.600 watt per unit, membantu IKN menuju visi kota hijau dan pintar (green smart city).
Selain itu, dalam pembangunan RTJM, pohon-pohon yang ada di sekitar lokasi konstruksi tidak ditebang. Penanaman pohon baru terus dilakukan untuk memastikan kawasan ini tetap hijau dan asri, menjaga keseimbangan ekologis di tengah perkembangan infrastruktur yang pesat.
Desain dan Infrastruktur yang Responsif terhadap Iklim
Dalam upaya merespons iklim dan bencana, desain rumah ini memperhatikan faktor-faktor yang berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan penghuni. Fasilitas-fasilitas yang ada juga dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup, dengan sistem Smart Design Building yang memungkinkan akses 100 persen terhadap internet nirkabel.
Pembangunan RTJM menempati area seluas 10,6 hektar di Persil 104 dan 9,1 hektar di Persil 105, yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana utilitas, fasilitas umum, dan fasilitas sosial. Semua fasilitas ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan hunian yang nyaman dan modern.
Dengan teknologi canggih seperti smart home, panel surya, dan desain yang berwawasan lingkungan, RTJM di IKN bukan hanya sebuah tempat tinggal, tetapi juga simbol dari masa depan pembangunan infrastruktur Indonesia yang mengutamakan efisiensi, keberlanjutan, dan kemajuan teknologi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Rumah Jabatan Menteri, Serba Canggih dengan Teknologi ‘Smart Home'”. Klik untuk baca: Rumah Jabatan Menteri, Serba Canggih dengan Teknologi “Smart Home”.
