Saat berkunjung ke Pariaman, Sumatera Barat, belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner khas yang satu ini: sala lauak. Makanan yang memiliki cita rasa gurih, pedas, dan sedikit manis ini menjadi favorit warga lokal dan wisatawan. Terlebih lagi, sala lauak bisa dengan mudah ditemukan di sepanjang pesisir pantai Pariaman, menjadikannya sebagai camilan yang tak boleh dilewatkan saat berkeliling kota.
Apa Itu Sala Lauak?
Sala lauak adalah gorengan tradisional khas Pariaman yang memiliki arti harfiah “goreng” (sala) dan “ikan” (lauak). Namun, meski namanya mengandung unsur ikan, sala lauak bukan berupa ikan goreng utuh. Sebaliknya, sala lauak adalah adonan tepung beras yang dicampur dengan ikan asin yang dihaluskan, serta rempah-rempah khas yang memberikan cita rasa unik dan menggugah selera.
Gorengan ini memiliki tekstur yang mirip dengan bakwan: renyah di luar, namun lembut di bagian dalam. Warna sala lauak yang biasanya kuning keemasan hingga oranye juga menjadi daya tarik tersendiri, yang diperoleh dari penggunaan kunyit dan cabai sebagai bahan penambah rasa dan warna.
Variasi Sala Lauak
Pada umumnya, ada dua jenis sala lauak yang terkenal di Pariaman:
- Sala Lauak Lunak: Terbuat dari ikan stuhuak (ikan asin yang difermentasi) yang memberikan cita rasa gurih dan sedikit asam.
- Sala Kareh: Biasanya menggunakan ikan teri sebagai bahan utama, memberikan tekstur yang lebih kenyal dan cita rasa yang sedikit lebih ringan.
Meskipun terdengar asing bagi mereka yang belum pernah mencicipinya, sala lauak sudah menjadi kuliner yang sangat populer di Sumatera Barat, khususnya di daerah pesisir Pariaman. Tidak banyak penjual di luar daerah ini yang menjajakan sala lauak, mengingat bahan dan cara pembuatannya yang cukup rumit.
Proses Pembuatannya yang Unik
Proses pembuatan sala lauak cukup sederhana namun membutuhkan ketelitian. Tepung beras yang dicampur dengan rempah-rempah dan ikan asin dihaluskan ini kemudian dibentuk bulat-bulat seukuran bola pingpong sebelum digoreng dalam minyak panas. Keunikan dari pembuatan sala lauak terletak pada penggunaan daun kunyit dan bahan rempah yang memberikan aroma khas dan warna yang menggoda. Proses penggorengan juga harus hati-hati, agar adonan tidak meledak ketika dimasukkan ke dalam minyak panas.
Selain itu, di Pariaman sendiri terdapat produsen tepung beras khusus untuk membuat sala lauak. Tepung ini telah disesuaikan dengan resep tradisional, membuat sala lauak yang dihasilkan memiliki rasa yang khas dan autentik.
Cita Rasa yang Menggugah Selera
Rasa sala lauak sangat kaya dan memadukan berbagai elemen rasa yang menyatu dengan sempurna. Ketika digigit, Anda akan merasakan tekstur renyah dari bagian luar dan kelembutan di bagian dalamnya. Rasa gurih dari ikan asin berpadu dengan rempah-rempah seperti bawang putih, jahe, kunyit, dan lengkuas, menciptakan sensasi rasa yang khas. Ditambah lagi dengan sedikit rasa pedas dari cabai yang memberikan sentuhan rasa yang segar dan menggugah selera.
Bagi yang lebih menyukai rasa gurih, mereka bisa meminta tambahan kelapa parut untuk melengkapi sala lauak. Sebagai cemilan atau pendamping sarapan, sala lauak bisa dinikmati dengan lontong sayur, sup, soto, atau bahkan sate. Dengan demikian, sala lauak bukan hanya menjadi cemilan semata, tetapi juga pelengkap dalam menikmati hidangan lainnya.
Harga Terjangkau, Rasanya Luar Biasa
Salah satu daya tarik dari sala lauak adalah harganya yang sangat terjangkau. Sebagai jajanan pasar, sala lauak dapat dibeli dalam porsi yang cukup banyak dengan harga yang ramah di kantong. Anda bisa menikmati satu porsi sala lauak dengan harga kurang dari Rp 10.000, menjadikannya pilihan yang sangat ekonomis bagi mereka yang ingin mencicipi makanan khas ini.
Membuat Sala Lauak di Rumah
Jika Anda tidak bisa berkunjung langsung ke Pariaman, tidak perlu khawatir. Anda bisa mencoba membuat sala lauak di rumah dengan resep sederhana berikut:
Bahan-bahan:
- 250g Tepung beras
- 2 lembar Daun kunyit muda, iris halus
- 75g Ikan asin, haluskan (bisa ikan asin peda, ikan teri, atau udang rebon)
- 520ml Air
- 5 siung Bawang putih
- 2 butir Bawang merah
- 1 sdm Cabai giling
- 1 ruas Kunyit
- 1 ruas Lengkuas muda
- 1 ruas Jahe
- 1 sdt Garam
Cara Membuat:
- Sangrai tepung beras bersama irisan daun kunyit dengan api kecil selama 10 menit. Setelah itu, matikan api dan biarkan hangat di atas kompor.
- Rebus bumbu halus (bawang putih, bawang merah, cabai, kunyit, lengkuas, jahe) dengan sedikit air hingga mendidih, kemudian angkat dan tiriskan.
- Campurkan tepung beras dan ikan asin yang sudah dihaluskan ke dalam wadah, kemudian aduk rata.
- Tuang air bumbu mendidih sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan kalis.
- Bulatkan adonan dengan telapak tangan sesuai ukuran selera.
- Panaskan minyak dalam jumlah banyak dengan api sedang.
- Goreng sala lauak dalam minyak panas hingga berwarna kuning keemasan. Pastikan minyak dapat merendam seluruh bagian sala lauak. Biarkan agak kering sebelum dibalik.
- Setelah matang, angkat dan tiriskan. Sajikan sala lauak dengan pelengkap sesuai selera.
Catatan:
Hati-hati saat menggoreng, karena adonan bisa meledak jika terlalu lama dibiarkan dalam minyak. Goreng hingga berwarna kekuningan dan agak kering.
Sala lauak adalah kuliner khas Pariaman yang menggugah selera dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Dengan cita rasa gurih ikan asin yang berpadu dengan rempah-rempah dan sedikit pedas, sala lauak menjadi jajanan yang sempurna untuk dinikmati sebagai cemilan atau pendamping hidangan lainnya. Dengan harga terjangkau dan cara pembuatan yang sederhana, Anda bisa menikmati sala lauak kapan saja, bahkan mencoba membuatnya sendiri di rumah! Jangan lupa untuk mampir ke Pariaman dan rasakan kenikmatan sala lauak yang tiada duanya.
