Sotong Pangkong adalah salah satu kuliner khas Pontianak, Kalimantan Barat, yang selalu dinanti-nanti kehadirannya. Uniknya, makanan ini hanya muncul setahun sekali, yaitu selama bulan Ramadan. Hidangan ini bukan sekadar menu berbuka atau sahur, tetapi juga menjadi camilan favorit masyarakat Pontianak setelah melaksanakan sholat Tarawih. Keberadaannya menciptakan suasana khas Ramadan yang selalu dirindukan, terutama di sepanjang Jalan Merdeka Pontianak, tempat para pedagang kaki lima menjajakan Sotong Pangkong.
Apa Itu Sotong Pangkong?
Sotong Pangkong menggunakan bahan dasar sotong kering, bukan sotong segar. Meski sering disamakan dengan cumi-cumi, sotong memiliki perbedaan fisik yang cukup mencolok. Tubuh sotong lebih pipih dibandingkan cumi-cumi yang berbentuk silinder, dan cangkangnya lebih keras serta pipih. Sotong yang digunakan untuk hidangan ini melalui proses pengeringan terlebih dahulu sebelum dimasak, sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal dan rasa yang lebih gurih.
Proses Pembuatan:
- Sotong kering dipanggang di atas bara api yang menggunakan arang kelapa atau kayu. Pemanggangan ini memberikan aroma khas yang menggugah selera.
- Setelah dipanggang, sotong dipukul-pukul (dalam bahasa Melayu disebut pangkong) menggunakan palu hingga pipih dan serat-serat dagingnya terpisah. Proses ini bertujuan untuk melunakkan sotong agar lebih mudah disantap.
Rasa sotong pangkong sudah gurih secara alami, sehingga tidak memerlukan tambahan bumbu yang berlebihan. Penyajiannya cukup sederhana, yaitu dengan sambal kacang atau kuah asam pedas yang terbuat dari campuran cuka dan cabai.
Cita Rasa dan Sensasi
Sotong Pangkong memiliki tekstur kenyal dengan aroma panggangan yang khas. Ketika dicocol ke dalam sambal kacang atau kuah asam pedas, perpaduan rasa gurih, pedas, dan asam memberikan sensasi unik yang membuat penikmatnya ingin terus menyantap. Namun, tekstur sotong yang agak keras dan liat menjadi tantangan tersendiri bagi yang baru pertama kali mencobanya. Untuk menikmati dengan maksimal, disarankan menyobek sotong menjadi potongan kecil sebelum mencelupkannya ke saus.
Populer di Semua Kalangan
Kelezatan Sotong Pangkong mampu memikat penggemar dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Suasana Ramadan di Pontianak terasa lebih semarak berkat keberadaan puluhan pedagang sotong pangkong yang berjajar di sepanjang Jalan Merdeka. Biasanya, pedagang mulai membuka lapaknya pada pukul 17.00 WIB hingga tengah malam. Harga Sotong Pangkong bervariasi, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp50.000 per ekor, tergantung ukuran dan kualitas sotong.
Setiap harinya, para pedagang bisa menjual 1 hingga 3 kilogram sotong kering. Fenomena ini menjadi berkah Ramadan, tidak hanya bagi masyarakat yang menikmati kuliner khas ini, tetapi juga bagi para pedagang yang mendapatkan penghasilan tambahan.
Tradisi yang Selalu Dirindukan
Kehadiran Sotong Pangkong bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tradisi yang menghidupkan suasana Ramadan di Pontianak. Kuliner ini menjadi bagian dari identitas lokal yang turut memperkaya keragaman kuliner Nusantara. Dengan cita rasa autentik dan cara penyajian yang unik, Sotong Pangkong berhasil menciptakan pengalaman berbuka dan sahur yang berbeda.
Bagi siapa saja yang berkunjung ke Pontianak saat bulan Ramadan, mencicipi Sotong Pangkong adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Selain menikmati kelezatannya, Anda juga akan merasakan atmosfer khas Ramadan yang penuh kehangatan di Kota Khatulistiwa ini.
