Hubungi Kami

Soul Hackers 2: Gaya yang Memikat, Namun Kurang Menggigit

Soul Hackers 2 menghadirkan petualangan bertema futuristik di mana pemain berperan sebagai karakter yang dapat memanggil iblis untuk menyelamatkan dunia. Meskipun merupakan bagian dari seri besar Shin Megami Tensei dari Atlus, game ini menawarkan nuansa yang unik dan berbeda dari seri utama maupun spin-off Persona. Meski menawarkan premis yang menarik tentang teknologi, kemanusiaan, dan hubungan keduanya, sayangnya, ide ini kurang mampu mengangkat keseluruhan pengalaman bermain.

Cerita dimulai dengan karakter bernama Ringo, seorang agen personifikasi dari Aion, sebuah entitas digital besar yang hidup. Bersama Figue, agen lainnya, mereka diberi tugas untuk menghentikan kehancuran dunia. Dalam upaya ini, Ringo harus menggunakan kekuatan “soul hacking” untuk menghidupkan kembali tiga orang, yaitu Arrow, Milady, dan Saizo, yang masing-masing memiliki pandangan berbeda mengenai masa depan dunia. Walau terikat dengan Ringo, mereka tetap memiliki perspektif yang unik tentang tujuan hidup mereka.

Mekanisme Permainan dan Eksplorasi Karakter

Di dalam permainan, konsep “soul hacking” memungkinkan Ringo menjelajahi ingatan karakter lain melalui Soul Matrix, sebuah ruang digital berbentuk labirin yang berfungsi sebagai dungeon. Dalam dungeon ini, semakin dekat hubungan pemain dengan tiap karakter, semakin tinggi Soul Level mereka. Semakin tinggi Soul Level, semakin dalam pemain dapat menjelajahi dungeon, yang pada akhirnya memberikan keterampilan baru baik bagi Ringo maupun karakter lainnya.

Namun, desain dungeon Soul Matrix yang berulang dan panjang cenderung membosankan. Lingkungan dungeon yang terkesan monoton dan kurang variasi, hanya berupa lorong berliku dengan iblis dan tangga, membuat eksplorasi dungeon terasa melelahkan. Alih-alih menawarkan pengalaman leveling yang menyenangkan, desain dungeon ini justru memperparah kesan grind yang membosankan.

Tak hanya di Soul Matrix, area dungeon lainnya juga tampak repetitif. Misalnya, dalam 10 jam awal, pemain akan banyak berkeliaran di jalur kereta bawah tanah yang terbengkalai, dan setelah itu… masih berkeliaran di area yang serupa. Ketergantungan pada dungeon untuk menggali latar belakang karakter utama, seperti Arrow, Milady, dan Saizo, juga memperlambat alur cerita. Pemain seringkali harus menyelesaikan dungeon terlebih dahulu untuk mendapatkan pengembangan cerita yang seharusnya bisa disampaikan dengan lebih dinamis.

Sistem Pertarungan yang Menarik

Meski area dungeon kurang bervariasi, Soul Hackers 2 setidaknya menawarkan sistem pertarungan yang cukup menghibur. Pemain dapat memanggil dan mengatur iblis untuk berbagai karakter, memberikan beragam kemampuan dan resistensi dalam bertarung. Setiap senjata, yang disebut COMP, bisa ditingkatkan menggunakan bahan dari iblis yang telah dikalahkan.

Berbeda dari game Shin Megami Tensei lainnya, menargetkan kelemahan musuh tidak memberikan giliran tambahan, tetapi menambah stack untuk serangan akhir di akhir giliran pemain. Serangan ini, yang disebut Sabbath, memungkinkan semua iblis dalam tim menyerang bersama-sama. Sistem Sabbath ini memperkenalkan mekanisme baru yang sederhana namun strategis, sehingga menambah keseruan dalam setiap pertempuran.

Gaya Visual dan Musik yang Menawan

Seperti tipikal game Atlus, Soul Hackers 2 memikat dengan desain visual dan musik yang apik. Gaya futuristik yang dihadirkan sangat menarik, terutama bagi penggemar RPG dengan sentuhan cyberpunk dan elemen sci-fi. Namun, di balik tampilan yang memukau ini, terdapat masalah dalam substansi permainan. Alur cerita yang tersendat dan dungeon yang repetitif membuat game ini kurang mampu memberikan pengalaman yang benar-benar memuaskan.

unimma

Leave a Reply

  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2025 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved