(87,6 UnimmaFm) BOROBUDUR- Meskipun ada yang menganggap penyandang disabilitas sebagai warga kelas dua, tapi kini kian banyak saja orang yang mulai peduli pada mereka. Terlihat dari semakin banyaknya komunitas yang mendukung keberadaan mereka, Seperti Yayasan Swadaya Bunda adalah lembaga kesejahteraan sosial resmi dibawah Dinas Sosial kabupaten Magelang ini.
DI ulang tahunnya ke 5 Yayasan Swadaya Bunda yang mengkhususkan diri sebagai Yayasan murni sosial, telah memberikan santunan kepada Yatim dan dhuafa Difabel di Kabupaten Magelang , hal tersebut sebagai wujud rasa syukur. Puluhan santunan pun diberikan dengan menggelar syukuran dan diisi pengajian, Jumat(5/7) di Balai Diklat Difabel Swadaya Bunda Borobudur.
Istining Rahayu, Ketua Yayasan Swadaya Bunda menuturkan pihaknya mengucap syukur telah konsisten dapat membantu anak-anak berkebutuhan khusus. “Acara pengajian seperti ini memang rutin kami adakan setiap bulannya, namun untuk hari ini (Jumat red) karena bertepatan dengan 5 tahun berdirinya swadaya bunda kami dan bertepatan dengan bulan Muharam kami memberikan santunan juga bagi anak-anak difabel yatim dan dhuafa,”tuturnya.
Perempuan yang akrab di sapa Isti menjelaskan dengan berdirinya yayasannya tersebut dapat melatih anak-anak difabel untuk hidup mandiri. “Yayasan kami melayani semua anak difabel dari semua keterbatasan dari semua tingkatan usia. Mereka kami latih membuat begel, keset dan penangkaran tanaman hias, ternak dan lainnya. Dengan bekal ketrampilan tersebut kami berharap mereka bisa mandiri di lingkungannya,”ujarnya.
Pelatihan Lifeskill yang berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan ekonomi tersebut dimaksudkan agar mereka kaum difabel yang sudah terbiasa di lingkungannya, didampingi, diarahkan, didorong serta dibantu agar mampu memanfaatkan peluang didaerahnya, sehingga bisa mandiri secara pribadi dan secara ekonomi.
Pola pendidikan yang diterapkan adalah klasikal dimana anak-anak difabel ini mengikuti kegiatan pendidikan secara langsung bagi yang bisa datang ke pusdiklat Swadaya Bunda.
” Bagi yang tidak bisa datang kesini karena faktor keterbatasannya maka kami yang akan mendatangi ke rumahnya melakukan pendampingan”, tambahnya.
Pendampingan yang dilakukan selain untuk difabel yang bersangkutan juga kepada keluarga dan masyarakatnya, agar si difabel mampu mandiri secara pribadi maupun ekonomi, sedang pendampingan untuk keluarga dan masyarakat tujuannya adalah agar mereka tau dan aware untuk memberikan kesempatan dan ruang berkarya kepada difabel.
Isti mengaku yayasannya tersebut juga mendapat pendampingan dengan Dinas Sosial Kabupaten Magelang. Sehingga sinergi dengan program dan pemerintah daerah. “Alahamdulilah anak-anak kami yang produktif mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti kendaraan roda tiga dan kambing dan kandangnya untuk bisa membantu dan dikembangkan sehingga mereka bisa produktif,”imbuh Isti.
Ia berharap dengan meningkatnya industri pariwisata di Borobudur, difabel ini dapat mendapat peran di sana, dengan begitu mereka dapat mandiri. “Kami berharap para pengusaha pariwisata bisa memberikan peluang pekerjaan bagi anak-anak kami sehingga mereka bisa mandiri dan sejajar dengan orang normal kebanyakan,”pungkasnya.
