Dalam lanskap sinema kontemporer yang sering kali terobsesi dengan kecepatan, Holy Days muncul sebagai sebuah antitesis—sebuah film yang bernapas melalui keheningan dan membangun ketegangan melalui apa yang tidak terucap. Mengambil latar di sebuah desa terpencil yang terjepit di antara pegunungan berkabut dan hutan tua yang tampak tak tertembus, film ini mengeksplorasi sosiologi komunitas tertutup selama […]