Tales of Arise adalah entri ke-17 dalam seri Tales of dari Bandai Namco, sebuah RPG aksi yang penuh dengan pertarungan seru dan intens, namun juga dibalut dengan plot yang terkadang terasa berlebihan dan penuh kekejaman. Sebagai game pertama dalam seri ini setelah hampir lima tahun, Tales of Arise bertujuan untuk menghidupkan kembali waralaba ini dan menarik pemain baru serta penggemar lama. Meskipun Tales of Arise tetap mempertahankan identitas inti sebagai RPG bertema fantasi dengan fokus pada cerita, interaksi antar karakter, dan pertempuran melawan monster, beberapa elemen dari sistem pertarungan yang lebih rumit di game Tales of sebelumnya telah disederhanakan untuk menciptakan pengalaman yang lebih mudah diakses dengan lebih banyak penekanan pada menghindar dan membalas serangan, serta memaksimalkan gaya serangan unik setiap karakter.
Cerita yang Penuh Pertarungan dan Ketegangan
Seperti biasa dalam game Tales of, cerita adalah elemen utama dalam Tales of Arise. Kali ini, ceritanya berfokus pada dua dunia — Dahna dan Rena. 300 tahun sebelum dimulainya game, Rena, yang secara teknologi lebih maju, menyerang Dahna, menjadikan penduduk asli sebagai budak dan menggunakan planet tersebut sebagai lokasi untuk kontes takhta mereka, yang disebut Crown Contest. Para penguasa dari lima wilayah yang berbeda bersaing untuk mendapatkan energi astral dari rakyat Dahna, yang dieksploitasi dengan cara menambang sumber daya dan menyedot energi mereka secara paksa.
Permainan dimulai dengan pemain mengendalikan Iron Mask, seorang budak Dahna yang mengenakan topeng penuh yang anehnya menutupi wajahnya dan tidak memiliki batu yang tertanam di tangannya (seperti kebanyakan budak Dahna lainnya) untuk menyedot energi astral. Iron Mask dan para budak di daerah Caliglia yang tandus harus bekerja keras sampai kelelahan di lingkungan yang keras. Namun, Tales of Arise terus meningkatkan ketegangan dengan berbagai adegan kekejaman yang melibatkan pembunuhan massal penduduk Dahna. Dari awal, game ini memberi perasaan bahwa setiap wilayah baru yang dijelajahi akan dipenuhi dengan kekejaman yang lebih mengerikan.
Untungnya bagi Iron Mask (dan sebenarnya seluruh Dahna), takdir mempertemukannya dengan Shionne, seorang wanita Renan yang memiliki kemampuan aneh yang menyebabkan duri energi astral gelap muncul setiap kali ada yang menyentuhnya. Shionne sedang mencari lima Master Cores yang dimiliki oleh lima penguasa Renan, dan memutuskan untuk bergabung dengan Iron Mask, yang kebetulan tidak bisa merasakan sakit. Bersama-sama, mereka berdua mulai berkeliling, merekrut karakter-karakter lain yang memiliki alasan masing-masing untuk menggulingkan status quo.
Karakter yang Mendalam dan Dinamika Antara Mereka
Salah satu kekuatan terbesar Tales of Arise adalah karakter-karakternya. Setiap karakter memiliki kedalaman yang luar biasa dan latar belakang yang membuat mereka terasa nyata. Hubungan antara Shionne dan Alphen (nama asli Iron Mask) adalah inti dari cerita, dan pemain akan sering melihat momen canggung, perdebatan sengit, serta tatapan yang penuh makna antara keduanya. Sebagai seseorang yang menyukai cerita romansa, saya sangat menghargai bagaimana game ini memperkuat hubungan mereka, yang terasa seperti sebuah kisah Romeo dan Juliet yang mengharukan, meskipun diselimuti latar belakang yang penuh penderitaan.
Setiap karakter dalam Tales of Arise memiliki gaya bertarung yang unik dengan mekanisme sendiri, yang mencegah pertempuran terasa monoton. Sistem pertarungan ini juga sangat memfokuskan pada penciptaan combo dari serangan dasar hingga serangan kuat sambil menghindari serangan musuh. Jika berhasil melakukan perfect dodge, pemain memiliki kesempatan untuk membalas serangan musuh dengan serangan balik yang mematikan. Seiring berjalannya waktu, pemain akan dapat melakukan Boost Strike, sebuah serangan finishing yang kuat yang sering kali mengakhiri pertempuran dengan cepat.
Pertarungan yang Seru dan Tantangan yang Menggugah
Pertarungan melawan bos adalah salah satu highlight dari Tales of Arise. Setiap pertarungan bos terasa mendebarkan dan menegangkan, dengan Anda sering berada di ujung kursi, berusaha menghindar dan menyerang pada waktu yang tepat. Meskipun sebagian besar pertarungan terasa adil, saya merasa beberapa elemen dari sistem pertarungan bisa lebih disempurnakan. Misalnya, mengganti karakter yang Anda kendalikan di tengah pertempuran sedikit merepotkan karena harus mempause permainan terlebih dahulu, dan kadang-kadang terasa frustasi ketika karakter Anda sembuh hanya untuk langsung mati lagi oleh serangan bos yang hampir tak terhindarkan.
Selain itu, AI karakter yang dikendalikan komputer memiliki akses penuh ke semua kemampuan mereka, sementara karakter yang Anda kendalikan hanya bisa menggunakan beberapa serangan yang telah dipilih sebelumnya. Ini terasa sedikit kurang optimal, mengingat potensi untuk membuat pengalaman bertarung menjadi lebih fleksibel dan dinamis.
Sistem Kustomisasi dan Aktivitas Sampingan
Salah satu fitur menarik lainnya dalam Tales of Arise adalah sistem kustomisasi karakter yang menggunakan Skill Trees dan titles untuk memberikan kemampuan, serangan, dan buff tambahan pada setiap karakter. Game ini juga menyertakan berbagai sistem tambahan, seperti memancing, peternakan, dan memasak yang memberikan buff sementara. Terdapat banyak sidequest yang memberikan hadiah berupa emas, item, dan poin keterampilan, yang sangat berguna untuk meningkatkan karakter-karakter Anda.
Salah satu kunci untuk memperkuat karakter Anda adalah menyelesaikan sidequest, karena sering kali mereka membuka titles baru yang memberikan upgrade tambahan pada kemampuan karakter.
Keterbatasan Tema Sosial dalam Cerita
Salah satu tema utama Tales of Arise adalah bahwa perbedaan kelas sosial telah menyebabkan penderitaan besar bagi kedua belah pihak, baik Renan maupun Dahnan. Namun, saya merasa bahwa pesan ini agak lemah, terutama karena sebagian besar karakter utama sebelumnya adalah budak yang telah merasakan kekejaman tersebut. Ada ketidakcocokan antara pesan optimis yang mencoba disampaikan game ini dengan kenyataan kekerasan dan penghinaan yang diterima oleh para Dahnans, yang banyak dari mereka menyaksikan keluarga mereka dibunuh dengan cara yang sangat brutal.
Untuk Tales of Arise sendiri, meskipun karakter-karakternya dipenuhi dengan banyak wawasan dan pencerahan, permainan ini tampaknya melupakan beratnya trauma yang mereka alami, yang sering kali tidak sejalan dengan tema-tema positif yang dibawa dalam cerita. Ada ketidakseimbangan antara kekejaman yang digambarkan dalam narasi dan harapan optimisme yang coba diciptakan sepanjang cerita.
