Hubungi Kami

Soto Bathok 86: Kuliner Unik di Cangkiran Semarang yang Menggugah Selera dan Penuh Filosofi

Wilayah Cangkiran, yang terletak di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, dikenal dengan udara sejuknya yang menyegarkan. Selain itu, kawasan ini juga memiliki daya tarik lain yang tak kalah menarik, yakni beragam tempat kuliner enak dan unik. Salah satunya adalah sebuah warung yang cukup populer di kalangan masyarakat Semarang, yaitu Soto Bathok 86. Terletak di Jalan Raya Cangkiran No. 21, tepatnya di sebelah selatan Terminal Cangkiran, arah menuju Boja, Kendal, Soto Bathok 86 menawarkan sesuatu yang berbeda dari soto pada umumnya.

Kenapa Soto Bathok 86 Begitu Istimewa?

Salah satu hal yang membuat Soto Bathok 86 begitu unik adalah cara penyajiannya. Soto ini disajikan dalam wadah yang tidak biasa, yaitu bathok atau tempurung kelapa. Selain memberikan tampilan yang berbeda, penyajian dengan bathok juga memberikan kesan alami dan menyegarkan, serta menambah cita rasa yang khas. Soto yang dihidangkan dalam tempurung kelapa ini langsung mencuri perhatian banyak pengunjung.

Menurut pemilik Soto Bathok 86, Arie, alasan memilih bathok sebagai wadah penyajian bukan hanya karena tampilannya yang unik, tetapi juga memiliki filosofi hidup yang mendalam. Arie menjelaskan bahwa tempurung kelapa yang dipecah melambangkan bahwa dalam hidup, kita tidak bisa selamanya berada di zona nyaman. Ada kalanya kita harus keluar dari zona tersebut untuk menghadapi tantangan dan cobaan hidup.

Filosofi di Balik Soto Bathok

Filosofi yang terkandung dalam Soto Bathok 86 berasal dari proses pengolahan kelapa. Tempurung kelapa yang harus dipecah menggambarkan situasi di mana seseorang dipaksa keluar dari zona nyaman mereka. Setelah itu, kelapa yang dicungkil dan diparut hingga lembut, menggambarkan bagaimana kita harus menghadapi cobaan hidup dan menjalani proses untuk menjadi lebih baik.

“Setiap cobaan yang kita hadapi ibarat kelapa yang diparut. Meskipun awalnya terasa sulit, hasil akhirnya adalah sesuatu yang bermanfaat dan memuaskan, seperti santan yang diperas dan dimasak hingga menjadi masakan yang nikmat,” jelas Arie.

Filosofi ini tidak hanya tercermin dalam cara penyajian soto, tetapi juga dalam seluruh pengalaman kuliner yang ditawarkan oleh Soto Bathok 86. Arie berharap bahwa para pengunjung yang menikmati soto ini bisa merasakan pengalaman hidup yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh makna.

Menu Soto dan Lauk Pelengkap yang Menggugah Selera

Selain keunikan cara penyajian, Soto Bathok 86 juga menawarkan menu yang menggugah selera. Harga yang terjangkau menjadi nilai tambah bagi kedai ini. Dengan harga Rp 5.000 per mangkuk, pengunjung sudah bisa menikmati seporsi soto hangat yang kaya akan cita rasa. Soto ini dilengkapi dengan berbagai lauk pelengkap, seperti gorengan, sate telur puyuh, sate usus, dan berbagai hidangan lainnya yang membuat hidangan semakin lengkap dan lezat.

Arie, sang pemilik, mengungkapkan bahwa tujuan mereka adalah memberikan makanan berkualitas dengan harga yang terjangkau, sehingga semua kalangan bisa menikmatinya. Tidak hanya itu, Soto Bathok 86 juga menawarkan berbagai jajanan dan minuman dengan harga yang sangat bersahabat.

Angkringan 86 Maknyus: Nongkrong Sambil Menikmati Camilan

Soto Bathok 86 tidak hanya terkenal dengan menu sotonya, tetapi juga dengan adanya warung Angkringan 86 Maknyus. Warung angkringan ini buka pada sore hingga malam hari dan menjadi tempat yang sangat cocok untuk nongkrong bersama teman-teman atau keluarga. Angkringan ini menawarkan berbagai camilan tradisional, seperti nasi kucing, gorengan, dan minuman hangat yang sangat cocok untuk menemani waktu santai Anda.

“Angkringan 86 Maknyus ini bisa jadi tempat yang asyik untuk berkumpul. Soto Bathok 86 buka sejak pagi hingga sore, sementara angkringan buka mulai sore hingga malam. Jadi, pengunjung bisa menikmati suasana yang berbeda dari pagi hingga malam,” kata Arie.

Kenangan Masa Kecil dan Ketertarikan pada Soto

Menariknya, Arie sendiri mengaku bahwa ia dulunya bukanlah penggemar soto. Saat kecil, tepatnya di SMP, ia bahkan tidak suka dengan soto, baik itu soto ayam, soto daging, maupun yang mahal maupun yang murah. Baginya, rasa soto pada waktu itu sama saja—tidak enak. Namun, seiring berjalannya waktu, pandangannya terhadap soto berubah.

“Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, saya akhirnya menemukan rasa cinta terhadap soto. Ternyata, soto itu memiliki kuah yang segar dan berbagai lauk yang bisa menambah kenikmatan. Rasa yang awalnya tidak saya sukai, akhirnya jadi salah satu makanan favorit,” ungkap Arie sambil tersenyum.

Hal ini mungkin juga menjadi salah satu alasan mengapa ia tertarik untuk membuka kedai Soto Bathok 86—untuk memberikan pengalaman makan yang berbeda dari soto pada umumnya.

Kedai Soto Bathok 86: Tempat yang Menyajikan Lebih dari Sekadar Makanan

Soto Bathok 86 tidak hanya menyajikan makanan lezat, tetapi juga menyuguhkan filosofi hidup yang dapat menginspirasi pengunjungnya. Dengan harga yang terjangkau, tempat yang nyaman, dan sajian yang unik, Soto Bathok 86 telah berhasil menarik perhatian banyak pengunjung, baik dari dalam kota Semarang maupun dari luar kota.

Bagi Anda yang berkunjung ke Semarang, khususnya daerah Cangkiran, jangan lupa mampir ke Soto Bathok 86. Nikmati sajian soto hangat dalam bathok kelapa yang unik, lengkap dengan lauk pelengkap yang menggugah selera. Selain itu, jangan lewatkan kesempatan untuk bersantai di Angkringan 86 Maknyus yang buka hingga malam hari. Selamat menikmati kuliner khas Semarang yang penuh makna dan cita rasa!

unimma

Leave a Reply

  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2025 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved