(876Unimmafm) Magelang-Kota Magelang akan mempunyai Fakultas kedokteran,
Hal tersebut berdasarkan rekomendasi dari walikota Magelang. Unimma yang diberikan kehormatan untuk membuka fakultas kedokteran tersebut, Sehingga n
antinya masyarakat Magelang dan sekitarnya tidak perlu lagi melanjutkan kuliah di jurusan tersebut ke luar kota lagi. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Unimma Dr Suliswiyadi M.Ag saat media Gathering dan Buka bersama ,Selas (27/4) di lt 2 Rektorat.
Pendirian fakultas tersebut berawal dari kunjungan Audiensi Walikota Magelang dengan jajaran BPH dan Pimpinan Unimma beberapa waktu yang lalu. Dimana dr. Aziz selaku walikota Magelang memberikan permintaan, saran selaku pemerintah daerah dan merekomendasikan untuk membuka fakultas kedokteran di unimma.
Kemudian ditindaklanjuti dengan rapat pimpinan terbatas, forum rapat senat unimma, dan diberikan pertimbangan, tahapan awal pembukaan program study dilakukan study awal kelayakan, kelayakan potensi yang dimiliki unimma kemudian dibentuklah pembentukan team add hock dimana hasil dari team tersebut akan di bransmack setelah visibility study dari berbagai universitas kedokteran yang telah ada seperti UAD , UMY dan lainnya.
Maka segera ditindaklanjuti dengan pembentukan team visibility baku mutu sudah dimulai, berikut pengurusan perizinan L2 Dikti, PP Muh , Dirjen Dikti dan direktorat kelembagaan.
Sebagai mana yang kita tahu, fakultas kedokteran membutuhkan sarana dan prasarana yang tidak sedikit. Dengan kepala daerah yang sangat mensupport sedemikian kuat dan sangat perhatian mudah mudah menjadi faktor pemicu dan pendorong bagi kita. Imbuh Rektor.
Masih menurut Rektor, Modal unimma dari fakultas kesehatan yang telah ada , rekomendasi dari kepala daerah serta kerjasama dengan para dokter di Magelang dan sekitarnya yang memungkinkan untuk mempersiapkan SDM yang sesuai.
Rencana untuk pembukaan di fakultas kedokteran pertama adalah untuk 50 mahasiswa. Sehingga Infrastruktur, SDM dosen yang berasal dari para dokter juga harus disiapkan untuk distandarkan sesuai kebutuhan.
Ketika ditanya, tentang kendala Rektor Unimma menyatakan adalah tentang Infrastruktur yang membutuhkan dana yang cukup besar. Karena untuk mencetak 1 dokter itu memang tidak murah dan harus sesuai daya beli masyarakat. Menurut teman-temen PTM , sangaaat berat karena dokter yang dilibatkan sebagain tenaga pe ngajar pasti Cost ya sangat tinggi, mengupgrade berbagai pelatihan, dan beliu-beliu bukan pure akademisi dan bukan tenaga tetap, kadang mreka keluar Padahal kita sudah mengeluarkan biaya yang tidak murah.
Keuntungan dari pembukaan fakultas kedokteran ini adalah branding , universitas yang punya fakultas kedokteran itu memang meningkat, meskipun berat, belum lagi underistimate dari intern kita juga. imbuh Rektor.
Dikesempatan yang sama disampaikan, Unimma telah membuka pelayanan pemeriksaan uji GeNose sejak Maret 2021 lalu. Dan kami termasuk 5 universitas pertama di Indonesia yang menerapkan pengoperasian GeNose dilingkungan kampus, masih menurut Rektor penyuka soto Kudus ini.
Teknisnya ketika memasuki area kampus tamu dan mahasiswa akan dilakukan screening awal melalui termogun oleh saptam, jika terdeteksi keluhan maka akan diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan dengan GeNose di Klinik Pratama Unimma.
Pemeriksaan GeNose dipatok dengan harga 20 ribu untuk intern kampus dan 30 ribu untuk masyarakat umum.
Menurut dr.Danastri hasil dari Uji Pemeriksaan GeNose tingkat akurasiny sampai 97% , artinya jika diuji dengan anti gen dan lainnya positif sangat besar kemungkinan hasil uji GeNose juga possitif.
Universitas Muhammadiyah Magelang mulai menerapkan tes GeNose untuk skrining COVID-19. Tes ini dilakukan sebagai persiapan kuliah tatap muka.
Sementara, menurut dr Nina Danastri dari Klinik Pratama Unimma, dibukanya tes GeNose di kampus untuk menciptakan suasana lingkungan yang aman, khususnya untuk persiapan kuliah tatap muka. Apalagi, biaya yang dikeluarkan untuk tes GeNose lebih terjangkau dibandingkan tes yang lain.
Pada dasarnya, hasil tes GeNose hanya memakan waktu selama 5 menit. Namun, lanjut Dr Nina, yang lama itu cara melatih orang untuk meniup di kantong pemeriksaan tersebut.
“5 menit sudah keluar (hasilnya). Yang lama itu sebenarnya kita ngelatihnya, ngelatihnya ngambil sampel itu,” ujar dia.
