Kalurahan Wukirsari yang terletak di Kapanewon Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), baru-baru ini meraih penghargaan bergengsi sebagai salah satu The Best Tourism Village 2024 atau Desa Wisata Terbaik Dunia versi United Nations World Tourism Organization (UNWTO). Desa yang dikenal dengan kekayaan budaya dan keindahan alamnya ini mengukuhkan dirinya tidak hanya di tingkat regional, namun kini telah mendapat pengakuan internasional.
Keistimewaan Desa Wukirsari
Keberhasilan Wukirsari masuk dalam daftar desa wisata terbaik dunia ini tak lepas dari kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta nilai budaya yang dijaga kelestariannya. Agus Budi Raharja, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, mengungkapkan bahwa desa ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bantul, tetapi juga bagi seluruh Indonesia. Wukirsari dianggap berhasil memadukan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dengan inovasi dalam sektor pariwisata.
“Selain warisan budaya tak benda yang dimiliki, Wukirsari juga berhasil menjaga keberlanjutan alam dan tradisi, seperti batik, kerajinan keris, hingga tata cara pengolahan tanah,” kata Agus. Desa ini juga dikenal memiliki sejumlah pemandangan alam yang menakjubkan, termasuk area pegunungan, sawah terasering, serta makam raja-raja yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Potensi Budaya yang Mengagumkan
Salah satu faktor utama yang membuat Wukirsari pantas mendapatkan pengakuan internasional adalah keberadaan warisan budaya tak benda dunia, seperti wayang dan batik. Desa ini menjadi rumah bagi lebih dari 640 pengrajin batik dan 300 pengrajin wayang, yang sampai saat ini terus melestarikan seni dan kerajinan tradisional tersebut. Keberadaan para pengrajin ini memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi Wukirsari, yang menjadi pusat produksi batik Giriwoyo dan wayang kulit.
“Wukirsari telah membuktikan bahwa budaya lokal bisa hidup seiring dengan perkembangan zaman. Kami terus mendukung pengrajin batik dan wayang dengan sarana dan prasarana yang lebih baik,” ujar Susilo Hapsoro, Lurah Wukirsari.
Keberhasilan Menjaga Tradisi dan Alam
Pencapaian Wukirsari sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia 2024 tidak datang dengan mudah. Sebelumnya, desa ini berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 kategori Desa Wisata Maju. Hal ini membuat Wukirsari maju ke level internasional dan memenuhi berbagai kriteria penilaian dari UNWTO, seperti keasrian desa, pelestarian nilai lokal dan tradisi, serta dukungan terhadap pengembangan pariwisata berbasis keberlanjutan.
Wukirsari juga memiliki sistem pengelolaan desa wisata yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal. Desa ini mengutamakan partisipasi aktif warga dalam proses pembangunan pariwisata, dengan mendorong mereka untuk memanfaatkan potensi lokal dalam menciptakan pengalaman wisata yang otentik dan edukatif bagi pengunjung.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Namun, Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, juga mengakui adanya tantangan dalam mengembangkan desa wisata ini ke depan. Salah satunya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama dalam pelayanan tamu asing. Saat ini, meski banyak penduduk Wukirsari yang fasih berbahasa Inggris, kemampuan berbahasa asing lainnya, seperti bahasa Mandarin, masih terbatas. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan bahasa dan keterampilan lainnya menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan Wukirsari sebagai desa wisata yang lebih profesional.
“Untuk mendukung potensi wisata internasional, kami berharap masyarakat Wukirsari bisa semakin meningkatkan kemampuan berbahasa asing, terutama Mandarin, agar bisa lebih siap melayani wisatawan dari berbagai negara,” tambah Susilo.
Daya Tarik Utama Wukirsari
Desa Wukirsari tidak hanya kaya akan budaya dan kerajinan tangan, tetapi juga memiliki berbagai daya tarik wisata lainnya, seperti:
- Batik Giriwoyo – Sebuah jenis batik tradisional yang menjadi kebanggaan warga Wukirsari.
- Wayang Kulit – Wukirsari menjadi pusat pembuatan wayang kulit yang sangat terkenal, dan para pengrajinnya mempertahankan teknik tradisional.
- Tata Sungging – Seni pembuatan keris dan senjata tradisional yang menjadi bagian dari kebudayaan Jawa.
- Wisata Alam – Pemandangan pegunungan yang memukau, serta makam raja-raja yang penuh sejarah, yang semakin menambah daya tarik wisata sejarah.
- Pariwisata Berkelanjutan – Dengan program-program yang mendukung pelestarian alam, Wukirsari menjaga keberlanjutan ekosistem alam dan sumber daya alamnya.
Menyongsong Masa Depan
Dengan berbagai prestasi yang telah diraih, Wukirsari kini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia dan dunia dalam mengembangkan pariwisata yang berbasis pada budaya lokal dan keberlanjutan. Wukirsari tidak hanya berhasil meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik dunia, tetapi juga menjadi inspirasi untuk desa-desa wisata lainnya yang ingin mengembangkan potensi mereka dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Ini adalah kebanggaan besar bagi warga Wukirsari, Bantul, dan Indonesia. Kami berharap desa-desa lain dapat mengambil inspirasi dari Wukirsari, yang telah berhasil menggabungkan kearifan lokal dengan modernitas dalam dunia pariwisata,” ujar Agus Budi Raharja.
Dengan segala potensi yang dimiliki, Wukirsari semakin siap untuk menyambut lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional, yang ingin menikmati keindahan alam dan warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah.
