Hubungi Kami

15 ribu Jama’ah Akan Hadiri Wisata Dakwah Asyiyah Kedu, Dirong Syiar Dan Pemberdayaan UMKM

(876Unimmafm) Magelang — Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Magelang kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Wisata Dakwah se-Eks Karesidenan Kedu tahun 2026. Agenda keagamaan yang dipadukan dengan penguatan sektor ekonomi dan promosi wisata ini akan digelar pada Minggu, 19 April 2026, dan dipusatkan di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, dengan target menghimpun ribuan jemaah dari berbagai daerah di wilayah Kedu.

Ketua Panitia, Jauharoh Hasanah, S.Pd, dalam konferensi pers di Magelang, Rabu (15/4/2026), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan menjadi salah satu ciri khas gerakan dakwah Aisyiyah di wilayah Kedu.

Ketua Panitia, Jauharoh Hasanah, S.Pd, dalam konferensi pers di Magelang, Rabu (15/4/2026), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan menjadi salah satu ciri khas gerakan dakwah Aisyiyah di wilayah Kedu.

“Acara ini rutin dilaksanakan di seluruh wilayah Eks Karesidenan Kedu yang meliputi Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo, Kebumen, serta Kota Magelang. Bentuknya adalah wisata dakwah, yang tidak hanya berisi kegiatan keagamaan, tetapi juga mengandung unsur rekreasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Jauharoh, kegiatan wisata dakwah telah dirintis sejak era 1970-an, berawal dari kajian-kajian kecil yang kemudian berkembang menjadi agenda besar dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat. Ia menyebut, tingginya partisipasi jemaah menjadi bukti kuat bahwa dakwah yang dikemas secara inklusif mampu menjangkau berbagai kalangan.
“Dulu masih dalam bentuk kajian sederhana, kemudian berkembang menjadi kegiatan besar dengan animo luar biasa. Ini menjadi sarana syiar dakwah yang efektif sekaligus mempererat ukhuwah,” katanya.

Ia menambahkan, terakhir kali Aisyiyah Kabupaten Magelang menjadi tuan rumah pada tahun 2017. Sementara rencana penyelenggaraan pada 2023 sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Setelah sembilan tahun, pihaknya kembali mendapat amanah untuk menggelar kegiatan serupa.

“Tahun ini kami menargetkan jemaah sekitar 12 ribu hingga 15 ribu orang, mengacu pada pengalaman sebelumnya di Wonosobo yang mencapai 12 hingga 13 ribu peserta,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan tokoh nasional sebagai penceramah utama, yakni Menteri Pendidikan Nasional, Profesor Doktor Abdul Mu’ti, M.Pd, yang dijadwalkan memberikan tausiah kepada para jemaah.
Tak hanya berfokus pada dakwah, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Panitia menyiapkan sekitar 75 stan bazar yang diisi oleh pelaku UMKM, baik dari internal Aisyiyah maupun masyarakat umum.

“Kami melibatkan UMKM dari lingkup Aisyiyah dan masyarakat umum, serta tetap memberikan ruang bagi pedagang lokal yang sudah tergabung dalam paguyuban di Lapangan drh. Soepardi. Namun, untuk pedagang insidental tetap kami atur agar tidak masuk ke area utama,” terang Jauharoh.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa konsep wisata dakwah yang diusung Aisyiyah Kedu menjadi keunikan tersendiri dibandingkan wilayah lain di Jawa Tengah. Selain menyampaikan pesan-pesan keagamaan, kegiatan ini juga berkontribusi dalam mempromosikan potensi wisata daerah.

Untuk mendukung hal tersebut, panitia bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) guna memberikan potongan harga tiket masuk ke sejumlah destinasi wisata. Sedikitnya 23 objek wisata telah menyatakan dukungannya dengan memberikan diskon bagi peserta kegiatan.
“Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk turut mempromosikan potensi wisata daerah sekaligus memberikan nilai tambah bagi peserta,” imbuhnya.

Selain itu, dalam rangkaian acara juga akan dilakukan penandatanganan prasasti program bantuan revitalisasi bagi 21 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Magelang, mulai dari jenjang SD hingga SMK.
Jauharoh menegaskan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang sejak pertengahan tahun sebelumnya, termasuk koordinasi intensif dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder terkait.
“Kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas, baik dari sisi dakwah, ekonomi, maupun penguatan kebersamaan umat,” pungkasnya.

Rinta
  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2026 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved