Atlus dan Sega memulai tahun 2023 dengan kabar baik bagi penggemar seri Persona dengan merilis Persona 4 Golden (bersama dengan Persona 3 Portable) untuk konsol modern, termasuk Nintendo Switch—platform yang banyak dianggap sebagai rumah ideal untuk permainan ini. Memang benar, karena dua mode inti dalam Persona 4—dungeon-crawler dan simulasi sosial—sangat cocok dimainkan secara handheld. Namun, meskipun kedatangan Persona 4 Golden ke konsol modern cukup menggembirakan, ada aspek cerita dan karakterisasi dalam game ini yang kurang relevan seiring berjalannya waktu selama hampir 15 tahun sejak rilis pertama, dan mungkin akan menimbulkan reaksi negatif, bahkan mungkin mengecewakan pemain baru.
Plot dan Pengalaman Khas Persona 4 Golden
Dalam Persona 4, pemain berperan sebagai protagonis tanpa nama yang pindah ke kota kecil Inaba untuk tinggal bersama pamannya selama satu tahun sementara orang tuanya bekerja di luar negeri. Tidak lama setelah kedatangannya, kota kecil tersebut dikejutkan oleh serangkaian pembunuhan, dan desas-desus tentang “Midnight Channel” mulai beredar. Protagonis dan teman-teman barunya mulai menyelidiki Midnight Channel, yang mungkin berhubungan dengan kasus pembunuhan ini.
Salah satu daya tarik utama dari Persona 4 adalah kemampuannya untuk menggambarkan dengan akurat bagaimana perasaan pindah dari kota besar ke kota kecil—dari kegembiraan memulai yang baru hingga keanehan menjadi sorotan lokal sementara. Keintiman dan pesona kota kecil yang khas dari Persona 4 ini menjadi pemandangan yang menyegarkan dalam genre RPG yang biasanya didominasi oleh kerajaan jahat dan petualangan epik.
Visual Cerah dan Soundtrack Menarik
Secara estetika, Persona 4 menonjol bahkan dalam seri yang dikenal akan desain visual berani dan soundtrack menarik. Dibandingkan dengan Persona 3 dan Persona 5, Persona 4 terasa lebih ceria dan optimis dengan penggunaan warna kuning yang mencolok dalam menu dan soundtrack yang kaya akan nuansa pop yang ceria. Suasana cerah ini sangat sesuai dengan suasana pedesaan dalam cerita game, menciptakan perpaduan unik yang memikat.
Keuntungan Bermain di Nintendo Switch
Persona 4 Golden adalah versi definitif dari permainan ini, menambahkan tautan sosial baru, dungeon ekstra, berbagai akhir cerita, dan konten tambahan lainnya. Dengan rilis terbaru ini, permainan di Nintendo Switch terasa sangat cocok berkat peningkatan kualitas grafis yang menonjol di layar OLED Switch, serta fitur quick-save di dungeon yang membuat permainan lebih nyaman. Meskipun memiliki alur cerita yang panjang, Persona 4 mendorong pemain untuk melakukan replay karena beberapa konten dan pilihan percakapan hanya bisa diakses melalui New Game+. Tersedianya tingkat kesulitan yang berbeda serta kemampuan untuk mempercepat cutscene juga membuat game ini lebih mudah diakses dari sebelumnya. Bagi yang ingin lebih mendalami latar Jepang, versi terbaru juga menambahkan opsi pengisi suara Jepang.
Pencarian Kebenaran yang Mendalam dalam Cerita dan Karakter
Tema sentral dalam Persona 4 adalah pencarian kebenaran, yang berjalan seiring dengan investigasi kasus pembunuhan serta misteri dunia metafisik yang hanya bisa diakses melalui televisi. Tema ini juga terlihat dalam karakter pendukung, di mana setiap tautan sosial yang dimiliki protagonis dengan karakter lain semakin dalam, membuat pemain mampu menciptakan persona yang lebih kuat untuk pertempuran. Kebanyakan cerita karakter ini melibatkan upaya mereka mencari jati diri dan memahami tempat mereka di dunia.
Untuk karakter tertentu yang terkait dengan misteri pembunuhan, para pahlawan harus memasuki dungeon unik di dunia televisi. Setiap dungeon ini mencerminkan krisis identitas karakter yang bersangkutan, seperti sebuah istana untuk seorang gadis muda yang dikejar oleh pria atau permainan video 8-bit untuk otaku yang tidak stabil. Walaupun lantai-lantai dungeon yang dihasilkan secara acak tidak seistimewa palaces yang didesain dengan baik di Persona 5, pendekatan ini memberikan kesan personal yang lebih baik dibandingkan menara generik di Persona 3.
Kelemahan dalam Penggambaran Karakter LGBTQ+ dan Representasi Gender
Namun, di sinilah Persona 4 mengalami kekurangan. Meskipun menghadirkan karakter-karakter yang menarik, penggambaran tentang identitas seksual dan gender di dalamnya kurang relevan, bahkan mungkin menyinggung beberapa pemain. Contohnya, karakter Kanji digambarkan sebagai anak muda yang mengalami kebingungan terkait orientasi seksualnya. Dungeon miliknya terkesan menggunakan stereotip negatif, hanya untuk kemudian menunjukkan bahwa Kanji tidak benar-benar terbuka tentang identitasnya sebagai gay, tetapi lebih pada kegemarannya terhadap kerajinan yang dianggap “feminin”. Hal serupa terjadi pada karakter Naoto, yang krisis identitasnya mengisyaratkan kemungkinan terkait identitas gender, namun akhirnya ia kembali menegaskan identitas gender sesuai kelahirannya.
Isu ini diperparah dengan adanya elemen misogini dan gay panic yang hadir dalam dialog dan cerita yang mirip dengan komedi seks atau sitkom akhir 90-an. Sebagian besar momen ini datang dari karakter Yosuke, yang meskipun tidak memiliki redeeming quality, tetap dipertahankan sebagai anggota tim. Sikapnya yang sering merendahkan dan borderline predator, terutama terhadap Kanji dan anggota perempuan, menciptakan ketidaknyamanan yang mencolok dalam alur cerita.
Gameplay Kuat dengan Kelemahan pada Cerita yang Ditinggalkan Zaman
Persona 4 Golden adalah JRPG yang wajib dicoba bagi pecinta genre ini. Walaupun Persona 5 pada akhirnya memperbaiki banyak formula gameplay, Persona 4 tetap memikat dengan perpaduan antara combat turn-based yang cepat serta elemen sosial yang kuat. Perubahan kualitas hidup yang ditawarkan pada edisi terbaru ini membuatnya lebih mudah diakses dari sebelumnya. Namun, rekomendasi ini datang dengan catatan: meskipun gameplay dan cerita utamanya kuat, konten yang sudah usang dan beberapa karakterisasi yang kontroversial membuat Persona 4 Golden tetap relevan hanya untuk pemain yang siap menghadapinya dengan pemahaman akan konteks dan budaya asalnya.
