Trials of Mana adalah remake 3D dari game 16-bit klasik yang dirilis kurang dari setahun setelah versi asli beredar di Amerika Utara. Sebagai sekuel dari RPG aksi populer Secret of Mana, game ini tetap mempertahankan elemen gameplay yang paling dikenali dari pendahulunya, sambil menambahkan mekanisme naratif baru yang dimaksudkan untuk meningkatkan nilai replay. Namun, cerita multi-threaded yang diperkenalkan game ini mungkin tidak mencapai tujuan tersebut, dan beberapa aspek pembaruan modern malah bertindak melawan pesonanya. Produk akhirnya adalah studi menarik tentang apa yang terjadi ketika sebuah favorit lama kehilangan pesonanya melalui proses modernisasi.
Premis dan Cerita
Salah satu daya tarik utama Trials of Mana adalah adanya enam karakter utama, namun pemain hanya bisa mengendalikan tiga karakter sekaligus. Pemain memilih satu karakter sebagai tokoh utama, dan dua karakter lain sebagai pendamping. Setiap karakter memiliki bab pengantar yang unik dan menawarkan sesuatu yang berbeda dalam pertempuran. Kombinasi karakter yang dipilih memengaruhi berbagai detail dalam cerita game ini. Misalnya, pemilihan karakter utama akan menentukan bos akhir mana yang akan dihadapi.
Meskipun konsepnya terdengar lebih rumit, pada dasarnya, setiap karakter memiliki latar belakang yang berkaitan dengan masalah keluarga dan kedekatannya dengan kekuasaan dalam kerajaan tertentu. Semua karakter dibagi dalam pasangan yang memiliki musuh yang sama, yang berusaha menguasai kerajaan dan memicu peperangan. Cerita utama berfokus pada perjuangan karakter utama untuk menggagalkan rencana jahat tersebut. Sistem cerita ini, meskipun unik dalam beberapa aspek, tetap terasa formulaik.
Namun, pembaruan dari grafis 3D dan suara penuh mengurangi pesona sederhana yang dimiliki game originalnya. Karakter-karakter 3D yang dulunya berupa sprite 2D kini tampak seperti boneka dengan mata anime yang terpaku di wajah mereka. Magician wanita kuat yang berasal dari kerajaan Altena terlihat seperti mengenakan kostum penyihir seksi ala Party City. Penuturan suara pun tidak terlalu meyakinkan, terutama dengan karakter Charlotte yang dilatih untuk berbicara menggunakan gaya bicara bayi, yang justru membuatnya semakin membingungkan dan mengganggu.
Pembandingan dengan Remake Lainnya
Sangat menarik untuk membandingkan remake ini dengan Final Fantasy VII Remake, yang juga dirilis oleh Square Enix pada tahun yang sama. Final Fantasy VII Remake mengubah sebuah game yang sudah mencapai batas teknis era lamanya dan berhasil menghadirkan pengalaman visual yang lebih sesuai dengan ambisi game tersebut. Sebaliknya, Trials of Mana membawa game yang sebelumnya nyaman dengan gaya lamanya ke dalam konvensi-konvensi era baru yang tidak sesuai dengannya. Remake ini seolah-olah memaksa game yang dulu sederhana menjadi lebih modern tanpa mempertimbangkan pesona alami yang dimilikinya. Alih-alih memperbaiki permainan, teknologi baru ini malah menyoroti kekurangannya, seperti mendekatkan diri pada lukisan yang menampilkan setiap sapuan kuas yang kikuk.
Sistem Pertempuran
Di sisi lain, sistem pertempuran Trials of Mana lebih berhasil, meskipun masih memiliki beberapa kekurangan. Game ini berbagi sistem pertempuran serupa dengan Final Fantasy VII Remake, di mana pemain mengendalikan tiga karakter dalam pertempuran waktu nyata. Pemain bisa menjeda aksi untuk menggunakan item dan kemampuan yang diisi oleh sebuah pengukur yang terisi seiring waktu. Sistem pertempuran ini terasa menyenangkan dan dinamis, dengan pertempuran bos besar yang memberikan tantangan yang wajar. Game ini memberi pengalaman tambahan untuk kecepatan, efisiensi, dan penggunaan gerakan spesial. Namun, meskipun menyenangkan, sistem ini masih terasa tidak cukup memadai pada beberapa bagian, terutama dengan adanya sistem menu cincin yang digunakan dalam pertempuran, yang bagi sebagian pemain terasa canggung dan tidak sepenuhnya memuaskan.
Kemajuan Karakter yang Terasa Lambat
Sistem progresi karakter dalam Trials of Mana seharusnya menawarkan kustomisasi yang menarik, tetapi dengan sejumlah masalah. Setiap karakter memiliki enam statistik utama, dan setiap kali mereka naik level, pemain diberi satu poin untuk dibelanjakan pada statistik yang diinginkan. Semakin banyak poin yang dihabiskan, semakin banyak kekuatan dan kemampuan baru yang bisa dibuka. Di atas kertas, sistem ini memungkinkan variasi kustomisasi, namun ada dua masalah utama. Pertama, beberapa kemampuan yang didapatkan karakter baru bisa saja tidak dapat digunakan langsung. Banyak bagian game ini berfokus pada pencarian delapan elemen, dan hingga karakter bertemu dengan elemen-elemen tersebut, mereka tidak bisa menggunakan kekuatan yang terkait dengan elemen tersebut. Sebagai contoh, Anda bisa membuka kemampuan Holy Bolt milik Angela, tetapi tidak bisa menggunakannya sampai bertemu dengan Lumina, Elemen Cahaya.
Masalah lainnya adalah bahwa karakter hanya bisa memasang dua kemampuan per slot di awal permainan. Baru setelah mencapai level tertentu dan membuka kelas baru, pemain bisa menambah kemampuan yang lebih banyak. Proses ini terasa sangat lama, bahkan bisa membuat pertempuran terasa monoton sebelum pemain mencapai titik ini. Hal ini menjadi masalah besar dalam sebuah game yang mendorong pemain untuk memainkan permainan ini dua atau tiga kali untuk sepenuhnya menikmati kontennya.
