Seri R.B.I. Baseball memiliki perjalanan yang cukup panjang sejak pertama kali diluncurkan, dengan MLB mengambil alih hak pengembangan game ini dengan harapan dapat menghidupkan kembali permainan yang populer pada tahun 1980-an. Dengan beberapa perubahan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan tampilan, kontrol, dan grafis, tujuan utama dari R.B.I. Baseball bukanlah untuk bersaing dengan pengalaman simulasi yang ditawarkan oleh MLB: The Show, melainkan untuk memberikan pengalaman arcade yang lebih kasual bagi penggemar baseball. Walaupun game ini menambahkan beberapa pilihan baru untuk pitching dan batting guna menambah keaslian permainan, sayangnya R.B.I. Baseball 20 masih terhambat oleh kecerdasan buatan (AI) yang buruk dan berbagai kesalahan teknis.
Mode Permainan yang Ada
R.B.I. Baseball 20 mengandalkan lima mode utama untuk memberikan pengalaman bermain baseball yang diharapkan oleh MLB. Mode Franchise memberi kontrol kepada pemain atas sebuah organisasi baseball untuk menjalani musim selama 10 tahun, termasuk melakukan trade, kontrak agen bebas, dan pensiun pemain. Pemain yang menginginkan pengalaman penuh dapat memainkan semua 162 pertandingan dalam satu musim, namun pilihan musim dengan 81 dan 52 pertandingan juga tersedia.
Bagi pemain yang tidak bisa bermain sepanjang musim, ada opsi untuk langsung melompat ke babak playoff. Pemain dapat memilih tim dari Liga Amerika atau Liga Nasional, dan kemudian membawa mereka menuju gelar World Series. Mode online adalah cara tercepat untuk bersaing dengan pemain lain, sementara mode Exhibition memungkinkan persaingan santai di rumah. Terakhir, ada mode Home Run Derby yang merupakan salah satu mode yang paling menyenangkan di R.B.I. Baseball 20, memberikan kesempatan untuk berdiri di lapangan dan meluncurkan bola baseball keluar dari stadion. Meski kadang bola melayang melalui tembok dan jendela dengan cara yang tidak realistis, namun kegembiraan memukul bola tetap terasa menyenangkan.
Tantangan dan Perubahan dalam Sistem Kontrol
Walaupun game ini sering dianggap sebagai pilihan yang lebih santai bagi penggemar baseball, R.B.I. Baseball 20 menambahkan beberapa fitur baru seperti sudut kamera baru, sistem batting dan pitching, serta perintah mencuri base individu. Pengaturan ini bisa diubah saat permainan berlangsung dan digabungkan untuk menciptakan gaya bermain yang berbeda-beda.
Namun, masalah utama dalam game ini adalah perubahan tersebut belum berhasil menciptakan pengalaman yang mulus atau menyenangkan. Sistem charge untuk pukulan home run membuatnya lebih mudah untuk mencetak home run, namun sering kali gagal berfungsi saat mencoba melakukan pukulan dasar. Sistem ini terkadang salah mengidentifikasi tap sebagai tahanan, yang menyebabkan pemukul diam tanpa melakukan ayunan, memicu frustrasi saat pertandingan sengit.
Ada keuntungan dari gaya penyajian baru dan sudut kamera tersebut. Menonton pemukul meluncurkan bola keluar dari stadion dan dengan angkuh melemparkan tongkatnya ke tanah setelah merayakan adalah pemandangan yang cukup memuaskan, ditambah dengan pitcher yang mengangkat tangannya dengan frustasi. Sudut kamera di belakang pemukul juga membuatnya sedikit lebih mudah untuk menyesuaikan waktu ayunan dan memberikan sensasi yang kurang seperti game arcade.
Namun, game ini cenderung mengalami sedikit freeze antara setiap pitch, terutama jika Anda menahan tombol charge terlalu cepat. Masalah ini tidak terjadi setiap inning, tetapi semakin sering muncul dengan waktu bermain yang lebih lama. Selain itu, masalah freeze ini memberi lebih banyak waktu untuk melihat berbagai glitch grafis. Pemukul memiliki dua bayangan, baik di belakang maupun di depan mereka bahkan saat permainan malam. Pitcher juga tampak melayang di atas tanah saat menggunakan mode batting “klasik”, yang semakin merusak usaha menciptakan pengalaman realistis.
Masalah Kecerdasan Buatan dan Bug
R.B.I. Baseball 20 juga mengalami masalah yang sudah lama ada dalam seri ini. Karakter yang dikendalikan oleh AI sering kali berlari ke arah yang salah, membiarkan base kosong, atau malah berdiri diam setelah pukulan, bukannya mencoba untuk membuat permainan. Kadang-kadang, hingga tiga pemain akan berkumpul di base pertama atau ketiga setelah sebuah permainan, seringkali saling menabrak. Mereka juga akan berlari ke tembok tak terlihat yang mengelilingi setiap base saat mengejar bola yang jatuh, menyebabkan mereka berdiri diam untuk beberapa detik sementara bola berada di luar jangkauan.
Masalah-masalah teknis ini sering kali berujung pada kesalahan yang mempengaruhi jalannya permainan. Anda bisa melihat di mana bola akan jatuh menggunakan indikator di lapangan, namun outfielder mungkin tidak tiba tepat waktu karena terjebak diam setelah setiap pukulan. Mengejar indikator bola juga tidak menjamin Anda akan berhasil menangkap bola. Meskipun sudah berada di posisi yang sempurna, outfielder kadang-kadang hanya akan mengangkat tangannya untuk menangkap bola sambil melihat bola jatuh ke tanah tanpa bisa menangkapnya.
Kekurangan dalam Penyajian dan Komentar
Salah satu aspek yang paling mengganggu dalam R.B.I. Baseball 20—dan sesuatu yang sudah menjadi masalah dalam game-game sebelumnya—adalah kurangnya tim komentar. Beberapa panggilan stadion yang mengumumkan strike atau bola memberikan sedikit suara, demikian juga dengan organ yang dimainkan sesekali dan sorakan penonton. Namun, game ini terasa terlalu sunyi. MLB memasukkan soundtrack berlisensi yang menampilkan Andy Grammer, OneRepublic, dan White Reaper, namun lagu-lagu ini hanya diputar antar inning atau menjadi latar belakang dalam mode Home Run Derby.
