Bekas jerawat sering jadi masalah yang bikin kesel. Udah pakai skincare macam-macam, tapi noda di wajah nggak juga hilang. Nah, banyak orang nggak sadar kalau bekas jerawat itu nggak cuma satu jenis. Yang paling sering ketukar adalah PIE dan PIH.
Padahal, dua kondisi ini beda banget, mulai dari penyebab sampai cara mengatasinya.
PIE itu bekas merah, bukan noda hitam
PIE atau Post-Inflammatory Erythema biasanya muncul sebagai bekas jerawat warna merah atau pink. Ini sering terjadi di kulit yang sensitif atau habis meradang.
Penyebab utamanya adalah pembuluh darah di bawah kulit yang melebar karena inflamasi. Jadi yang terlihat itu sebenarnya “bekas peradangan”, bukan pigmen.
Makanya, fokus perawatannya bukan mencerahkan, tapi menenangkan kulit. Gunakan skincare yang calming, melembapkan, dan bantu memperbaiki skin barrier seperti niacinamide atau panthenol.
PIH itu noda gelap karena pigmen
Kalau bekas jerawat kamu warnanya cokelat atau kehitaman, itu kemungkinan besar PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation). Kondisi ini terjadi karena produksi melanin berlebih setelah kulit meradang.
PIH lebih sering muncul di kulit yang cenderung lebih gelap atau sering kena matahari tanpa perlindungan.
Untuk mengatasinya, kamu butuh bahan aktif yang fokus ke mencerahkan, seperti alpha arbutin, niacinamide, atau tranexamic acid. Dan yang paling penting: wajib pakai sunscreen tiap hari.
Jangan samain cara ngatasinnya
Kesalahan paling umum adalah pakai treatment yang sama untuk PIE dan PIH. Padahal, kalau salah penanganan, hasilnya bisa lama banget bahkan makin parah.
Simpelnya:
- PIE = merah → fokus calming & repair
- PIH = hitam → fokus brightening & sunscreen
Dengan tahu perbedaannya, kamu jadi bisa lebih tepat pilih skincare. Jadi nggak buang waktu dan uang buat produk yang nggak sesuai.
Intinya, kenali dulu jenis bekas jerawatmu, baru tentukan perawatannya. Kulit sehat itu bukan soal mahalnya produk, tapi seberapa cocok dan tepat kamu merawatnya