(876Unimmafm)Magelang-
Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menambah jajaran guru besar melalui pengukuhan Prof. Dr. Uky Yudatama, S.Si., M.Kom., M.M., M.Psi sebagai Guru Besar dalam bidang kepakaran Ilmu Tata Kelola dan Infrastruktur Teknologi Informasi (TI). Pengukuhan berlangsung pada Selasa (19/5) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA.
Dalam prosesi akademik tersebut, Prof. Uky menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Tata Kelola Teknologi Informasi sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia: Penguatan Struktur, Kapabilitas, dan Nilai Publik”. Melalui orasi itu, ia menekankan pentingnya tata kelola teknologi informasi sebagai fondasi strategis dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang semakin kompleks.
Prof. Uky menyoroti meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi global yang membuat tata kelola TI menjadi kebutuhan mendesak, khususnya dalam menjaga keamanan, privasi, dan kedaulatan data nasional. Menurutnya, data telah menjadi aset strategis yang harus dikelola secara aman dan terintegrasi agar mampu mendukung pembangunan bangsa di era digital.
“Tanpa tata kelola yang kuat, risiko keamanan, privasi, dan kedaulatan informasi akan semakin besar,” ujar Prof. Uky dalam orasi ilmiahnya.
Selain aspek teknis, Prof. Uky menilai penguatan tata kelola TI merupakan strategi penting dalam membangun pemerintahan dan organisasi yang efektif, transparan, akuntabel, serta adaptif terhadap perubahan. Langkah tersebut dinilai dapat menghasilkan nilai publik yang lebih besar sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai negara digital yang maju, mandiri, dan berdaulat.
Sementara itu, Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., menyebut pengukuhan Prof. Uky semakin memperkuat kapasitas akademik UNIMMA, khususnya dalam pengembangan keilmuan teknologi informasi. Dengan pengukuhan tersebut, jumlah guru besar di UNIMMA saat ini menjadi empat orang.
Menurut Lilik, kehadiran profesor dari berbagai disiplin ilmu akan memperkuat integrasi keilmuan di lingkungan kampus, sehingga hasil-hasil riset, publikasi ilmiah, buku, maupun karya akademik lainnya dapat semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak yang lebih luas.
“Semakin banyak profesor dari berbagai bidang ilmu, semakin kuat integrasi keilmuan yang dibangun sehingga hasil riset dan inovasi dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Lilik menambahkan, UNIMMA terus mendorong percepatan lahirnya guru besar baru. Saat ini terdapat puluhan dosen dengan jabatan lektor kepala yang dinilai memiliki potensi untuk mengajukan jabatan akademik profesor dalam waktu dekat.
Pada 2026, UNIMMA menargetkan tambahan beberapa calon guru besar yang sedang diajukan, terutama dari bidang teknik dan kesehatan. Menurutnya, penguatan sumber daya akademik tersebut menjadi bagian dari upaya UNIMMA memperkokoh perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Turut hadir dalam pengukuhan tersebut, Prof. H. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. selaku Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa jabatan guru besar membawa tanggung jawab moral besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan serta mengabdi kepada masyarakat.
Melalui pengukuhan ini, UNIMMA menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terus memperkuat budaya akademik, inovasi, dan kolaborasi ilmu pengetahuan guna menghasilkan kontribusi yang berdampak bagi kemajuan bangsa.