Hubungi Kami

Dinkes Kota Magelang Perkuat Cakupan Imunisasi Anak Lewat Inovasi Digital dan Kolaborasi Lintas Sektor

(876Unimmafm) Magelang – Dinas Kesehatan Kota Magelang terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan anak melalui program imunisasi lengkap dan tepat waktu. Selain meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL), pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan teknologi digital serta kolaborasi lintas sektor untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal mendapatkan layanan imunisasi.

Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan sosialisasi bertema “Strategi Mobilisasi Masyarakat Peningkatan Kapasitas Lintas Sektor dalam Strategi Mobilisasi Masyarakat untuk Penurunan Zero Dose Imunisasi” yang dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026 mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai di Hotel Atria Magelang.

Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan LPPM Universitas Diponegoro, UNICEF, serta Dinas Kesehatan Kota Magelang sebagai bagian dari penguatan strategi penurunan angka zero dose imunisasi di daerah.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Magelang sekaligus Wali Kota Magelang, Nanik Yuniarti. Dalam sambutannya, ditekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak layanan kesehatan, termasuk imunisasi lengkap dan tepat waktu.

Dalam pelaksanaannya, LPPM Universitas Diponegoro berperan sebagai mitra yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam pendampingan program zero dose imunisasi kepada masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota yang rentan terhadap kasus zero dose di wilayah Jawa Tengah. Pendampingan tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, pendataan, koordinasi lintas sektor, serta strategi mobilisasi masyarakat untuk memperluas cakupan imunisasi.

Berdasarkan materi sosialisasi, imunisasi diposisikan sebagai langkah penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) sekaligus menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi muda di Kota Magelang.

Dalam materi tersebut ditegaskan bahwa seluruh anak berhak memperoleh akses imunisasi tanpa terkecuali. Pemerintah Kota Magelang menargetkan pemerataan layanan kesehatan dengan memastikan pelayanan imunisasi menjangkau seluruh wilayah serta kelompok masyarakat.

“Tidak boleh ada satu anak pun di Kota Magelang yang kehilangan hak mendapatkan imunisasi,” menjadi semangat utama yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut.

Dinas Kesehatan Kota Magelang juga menyoroti pentingnya strategi mobilisasi masyarakat dalam menurunkan angka zero dose, yakni kondisi ketika seorang anak belum pernah menerima imunisasi sama sekali. Untuk mendukung target tersebut, kapasitas lintas sektor diperkuat melalui koordinasi antara tenaga kesehatan, pemerintah wilayah, kader kesehatan, akademisi, hingga unsur masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr. Woro, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Kota Magelang masih menghadapi tantangan terkait anak dengan status zero dose imunisasi. Menurutnya, saat ini terdapat 35 anak dengan status zero dose yang ditemukan di wilayah Rejowinangun.

“Di Kota Magelang masih ditemukan 35 anak zero dose di wilayah Rejowinangun. Karena itu, diperlukan penguatan pendampingan, edukasi kepada keluarga, serta penjangkauan langsung agar anak-anak memperoleh hak imunisasi,” ujar dr. Woro dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Empat pilar utama yang didorong dalam upaya penurunan angka zero dose dan peningkatan cakupan imunisasi di Kota Magelang meliputi pendataan akurat berbasis data real-time, layanan jemput bola ke rumah dan komunitas, pelaksanaan catch-up immunization bagi anak yang tertinggal imunisasi, serta penguatan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi.

Pemanfaatan inovasi digital juga menjadi perhatian dalam strategi tersebut. Data imunisasi diharapkan dapat dikelola lebih cepat dan akurat sehingga mempermudah identifikasi anak yang belum memperoleh layanan imunisasi dan mempercepat tindak lanjut di lapangan.

Melalui pendekatan kolaboratif, penguatan kapasitas lintas sektor, dan mobilisasi masyarakat, diharapkan cakupan imunisasi di Kota Magelang terus meningkat serta angka anak zero dose dapat ditekan sehingga perlindungan kesehatan anak berlangsung lebih merata dan optimal.

Rinta
  • https://ssg.streamingmurah.com:8048
  • Copyright ©2026 by PT. Radio Unimma. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048
  • Copyright ©2025 by unimmafm. All Rights Reserved
  • http://45.64.97.82:8048/stream
  • Copyright ©2025 by unimmafm All Rights Reserved