(876Unimmmafm) Magelang- Indonesia memiliki berjuta ragam tanaman obat yang berpotensi dikembangkan untuk menambah nilai industri obat berbahan herbal (Jamu, Obat Herbal Terstandar/OHT, dan Fitofarmaka) yang jauh lebih besar dibanding negara lain. Sebagai negara yang memiliki tidak kurang dari 30.000 spesies tumbuhan maupun sumber daya laut, tentunya tidak aneh jika Indonesia dapat menjadi pengekspor produk obat herbal terbesar di dunia. Namun faktanya, sekitar 9.600 spesies tanaman dan hewan yang diketahui memiliki khasiat obat belum dimanfaatkan secara optimal sebagai obat herbal.
Inilah yang memacu MTCC UNIMMA berkontribusi dalam grand strategy pengembangan tanaman.herbal. “HERBAL FARMING – MENUJU KEMANDIRIAN PETANI” dipilih sebagai tema pada sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah temu ke 2 MTCC UNIMMA ,di SMK Muhammadiyah Mertoyudan jum at (21/1/2022).
Ketua Muhammadiyah Tobacco Control Centre (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) Dr Dra Retno Rusdjijati MKes menyatakan “Ternyata tanaman obat ini bisa tumbuh pada ketinggian berapa pun, baik di dataran tinggi maupun dataran rendah,” kata Retno Rusdjijati.
Retno berharap komoditi ini menjadi komoditi pilihan untuk peningkatan kesejahteraan petani, khususnya petani tembakau sebagai upaya alih tanam. Mengingat kesejahteraan petani dari komoditi tembakau selalu marginal.
Nara sumber kali ini dari anggota Forum petani multikultur Indonesia (FPMI) yaitu Bapak Gunawan EP, SP, di SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan Magelang.
Gunawan tidak hanya memberikan penjelasan di dalam ruang kelas, tetapi juga melengkapinya dengan praktik, baik cara penanaman beberapa jenis tanaman herbal maupun lainnya. Gunawan juga memberikan penjelasan beberapa tanaman herbal yang memiliki manfaat untuk kesehatan.
Seperti pada tanaman kunyit yang mengandung Antioksidan dan menjaga Sistem Kekebalan Kandungan kurkumin pada kunyit memiliki fungsi yang baik sebagai antioksidan, meredakan Peradangan. mengurangi Gejala dan Risiko Maag, mengurangi mual dan Kembung, meredakan nyeri haid.
Kadang masyarakat tidak tau jika di sekitar rumahnya ada banyak tanaman yang bisa dijadikan obat, seperti tanaman Sirih, yang kegunaannya bisa untuk mengobati mimisan, pembersih mata gatal atau mata memerah, menghilangkan bau badan. Juga tanaman Sambung Nyowo, yang kegunaannya antara lain untuk obat rematik, influensa, nyeri haid. Tanaman Sambang Darah, kegunaannya antara lain untuk mengobati muntah darah, haid berlebihan dan luka berdarah.
Diharapkan oleh ketua MTCC Unimma, Sekolah tani mandiri muhammadiyah bisa membantu peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, meningkatkan serapan pasar, meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tembakau melalui agribisnis dan agroindustri berbasis tanaman obat. Banyaknya masalah yang dihadapi dalam penyiapan SDM pertanian di Indonesia senantiasa menjadi perhatian MTCC Unimma.
Apalagi sampai saat ini, fakta menunjukkan bahwa kesejahteraan petani tembakau selalu ada dalam pihak yang dirugikan.
Kalinini Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah diselenggarakan bekerjasama dengan SMK Muhammadiyah 2, MPM PP dan PDM Kabupaten Magelang serta Forum Petani MultiKultur Indonesia (FPMI) .
Untuk kelas offline kali ini, MTCC Unimma mengfokuskan pada penyiapan SDM pertanian menuju kemandirian– khususnya melalui bidang perikanan, produk herbal, tanaman hias, tanaman non beras dan kebijakan pertanian.
Kegiatan Sekolah Tani Mandiri secara offline memasuki Temu ke 2 di Jumat 21 Jan 2022 ini. Dan diikuti 30 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Magelang.
Kegiatan Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah ini diselenggarakan selama 5 kali tiap Jumat mulai tanggal 14- 21- 28 Januari dan 4 – 11 Pebruari 2022.
Peserta terdiri dari perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di beberapa kecamatan, perwakilan Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI) dan wakil masyarakat.
