(876Unimmafm) Temanggung-
TEMANGGUNG — Upaya pemberdayaan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui akses pembiayaan usaha, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian sosial dan lingkungan. Hal itu yang diperluas oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui berbagai program yang menyentuh masyarakat akar rumput, mulai dari penyaluran pakaian layak pakai, distribusi buku bacaan, hingga gerakan penanaman 29 ribu pohon di berbagai daerah di Indonesia.
Pelaksanaan program di wilayah Kecamatan Kaloran berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, dengan sasaran penerima manfaat yakni BUMDes Maju Sejahtera di Desa Tegowanuh, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan ekonomi berbasis desa.
Melalui program PNM Peduli, PNM menggelar aksi penghijauan di 58 cabang yang tersebar di Indonesia. Setiap cabang menanam sedikitnya 500 bibit pohon, sehingga total mencapai sekitar 29.000 pohon sebagai bagian dari ikhtiar menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta mendukung upaya penanganan perubahan iklim.
Gerakan penghijauan tersebut juga sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin penanganan perubahan iklim dan pelestarian ekosistem daratan. Penanaman pohon dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari menjaga kualitas udara, membantu mencegah erosi, hingga menciptakan ruang hijau yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain aksi lingkungan, PNM turut melanjutkan kampanye keberlanjutan RE3 FOR-E yang sebelumnya berhasil menghimpun sekitar 20 ton pakaian layak pakai dari Insan PNM. Bantuan tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan bersamaan dengan buku bacaan sebagai dukungan terhadap peningkatan literasi.
Program pemberdayaan juga diperkuat melalui PNM Mengajar yang menjangkau 58 sekolah menengah kejuruan (SMK) di berbagai daerah Indonesia. Program ini bertujuan memperluas wawasan generasi muda sekaligus membangun kesadaran terhadap pentingnya pendidikan, kesiapan kerja, dan kepedulian lingkungan.
Pimpinan Cabang PNM Magelang, H. Totok Suharta, mengatakan program pemberdayaan yang dijalankan PNM tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas hidup masyarakat melalui kepedulian sosial dan lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap manfaat pemberdayaan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, baik melalui lingkungan yang lebih sehat, peningkatan akses pengetahuan, maupun penguatan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi masyarakat desa,” ujar H. Totok Suharta saat kegiatan berlangsung.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi bagian penting dari komitmen PNM dalam mendampingi masyarakat akar rumput agar tumbuh tidak hanya dari sisi usaha, tetapi juga kualitas lingkungan dan sosialnya.
Dari pakaian yang kembali dimanfaatkan, buku yang membuka ruang belajar, hingga pohon yang ditanam untuk masa depan, berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.