(87,6 Unimmafm) MAGELANG — Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah KSPPS BMT BIMA mencatatkan kinerja positif dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 yang digelar pada Sabtu, 11 April 2026, di Puti Asri Hotel dan Resort Magelang.
Mengusung tema “Penguatan, Kemandirian dan Daya Saing”, forum ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penetapan arah strategis koperasi ke depan.
Dalam laporan pengurus, total aset BMT BIMA mencapai Rp 270 an miliar atau tumbuh sekitar 5,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini turut berdampak pada naiknya Sisa Hasil Usaha (SHU).
Ketua KSPPS BMT BIMA menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan hasil penguatan internal, khususnya melalui optimalisasi peran anggota.
“Aset kami mencapai Rp 270 an miliar dan tumbuh 5,3 persen. SHU juga meningkat. Kami tidak mengambil dana dari pihak ketiga karena mampu menghimpun dari anggota. Ini hasil kerja internal dalam mengaktifkan kembali sekitar 15 ribu anggota,” hal tersebut di sampaikan Khotib Ansori Ketua KSPPS BMT BIMA.
Menurutnya, penguatan kelembagaan berbasis anggota menjadi kunci dalam membangun kemandirian koperasi.
“Penguatan dimulai dari dalam, kemandirian dari anggota, dan daya saing melalui inovasi layanan berbasis syariah,” tambahnya.
Dalam RAT tersebut, BMT BIMA juga meluncurkan program talangan umroh sebagai solusi pembiayaan ibadah bagi anggota.
Program ini dirancang dengan mekanisme yang memastikan dana digunakan sesuai tujuan. Anggota diwajibkan telah terdaftar di biro travel resmi sebelum mendapatkan pembiayaan pelunasan.
“Anggota harus sudah memiliki booking atau DP di travel. Setelah itu kami bantu pelunasan agar dana benar-benar digunakan untuk umroh,” jelasnya.
Skema pembayaran tersedia secara tunai maupun angsuran hingga dua tahun.
Selain itu, BMT BIMA juga menghadirkan program investasi emas berbasis akad murabahah sebagai alternatif investasi syariah yang aman.
“Emas relatif stabil dan aman. Kami ingin anggota bisa merencanakan masa depan melalui investasi,” ujarnya.
Pihaknya memastikan transaksi dilakukan secara riil dengan dukungan mitra toko emas resmi.
Untuk tahap awal, target pembiayaan dari program baru ini mencapai Rp5 miliar dengan sasaran berbagai segmen anggota.
Sedang Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Warsono, mengapresiasi kinerja BMT BIMA yang dinilai terus berkembang.
“Perkembangan BMT BIMA cukup baik dari tahun ke tahun. Inovasi seperti talangan umroh dan investasi emas menunjukkan orientasi pelayanan kepada masyarakat yang kuat,” ujarnya.
Ia juga menilai layanan home visit menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterlibatan anggota.
“Ini langkah yang baik untuk membangun kembali semangat anggota,” katanya.
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan ekonomi ke depan.
“SDM pengurus, pengawas, dan manajemen harus terus diperkuat agar koperasi mampu bersaing,” tegasnya.
Sementara itu sambutan positif juga di berikan salah satu anggota yang telah merasakan manfaat keanggotaannya di BMT BIMA, Bambang Purnomo menyebut dirinya telah bergabung selama lebih dari 10 tahun.
Ia mengaku memperoleh bagi hasil di awal investasi yang dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.
“Saya sudah menjadi anggota sekitar 10 tahun. Alhamdulillah, dari hasil bagi yang saya ambil sejak awal investasi, saya bisa memiliki motor baru. Kebetulan juga anak saya akan kuliah, jadi sangat membantu tanpa harus berpikir terlalu berat,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kemudahan layanan, termasuk pengelolaan kewajiban zakat yang telah difasilitasi oleh BMT BIMA.
“Saya juga tidak perlu repot memikirkan zakat karena sudah dibantu pengelolaannya. Jadi lebih tenang,” tambahnya.
Dirinya pun mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi anggota.
“Saya mengajak masyarakat untuk ikut menjadi anggota BMT BIMA, karena manfaatnya benar-benar dirasakan dan kembali untuk kesejahteraan umat,” pungkasnya.
Dengan usia lebih dari 30 tahun sejak berdiri pada 1995, BMT BIMA dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang.
Melalui RAT Tutup Buku Tahun 2025 ini, BMT BIMA diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan syariah yang mandiri, profesional, dan berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan anggota dan masyarakat.